Anak Perempuan di Tembagapura Tewas Diduga Ditembak OPM, TNI Buru Pelaku
·waktu baca 2 menit

Seorang anak perempuan tewas akibat luka tembak di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Kamis (7/5). Berdasarkan keterangan yang diberikan Pusat Penerangan TNI, korban ditembak kelompok Organisasi Papua Meredeka (OPM) pimpinan Guspi Waker yang menyerang Camp Wini Kalikuluk MP 69.
"Dalam aksi tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 12–15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya, Minggu (10/5).
Selain itu satu warga juga mengalami luka tembak di bagian betis kiri dan masih menjalani perawatan medis.
Usai insiden, sejumlah warga dilaporkan mengungsi meninggalkan camp ke lokasi yang lebih aman.
"Demi menyelamatkan keluarga mereka dari ancaman kelompok bersenjata," lanjutnya.
Aulia mengatakan, sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang bertugas telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai.
Tak berselang lama, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi Satgas TNI di sekitar pemukiman warga.
"Situasi mencekam pun terjadi di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas bersama keluarga mereka," ucapnya.
Dalam kejadian tersebut, kata Aulia, prajurit TNI mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan bertindak secara terukur, profesional, dan sesuai hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
"Dengan berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto di mana keselamatan rakyat merupakan prioritas utama, Prajurit TNI segera mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan," katanya.
Selanjutnya, personel TNI menemukan anak perempuan itu mengalami luka tembak pada bahu kiri. Prajurit TNI kemudian membawa korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.
"Namun dalam perjalanan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mendambakan Papua hidup damai tanpa kekerasan," ujarnya.
Saat ini, Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan dan pendalaman terkait insiden tersebut.
Selain itu, TNI juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.
"TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman kekerasan, dengan mengedepankan tindakan yang cepat, terukur, profesional, dan sesuai prosedur, demi memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.
