Anak SD di Medan Diduga Dikeroyok Pelajar SMP, Ortu Pelaku Ancam Tabrak Korban

Seorang anak SD diduga dikeroyok sejumlah pelajar SMP di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sri Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, pada Selasa (22/9) malam.
Wakapolsek Medan Kota, AKP Harles Ritcher Gultom, mengatakan para pelaku merupakan tetangga sekaligus teman korban.
Kejadian itu bermula dari cekcok yang berujung pengeroyokan oleh 3 terduga pelaku. Namun, Harles belum merinci permasalahan antara para pelaku dan korban.
"Awal penyebab kejadian cekcok ini, yaitu adanya orang ini tetangga, teman, sehingga mungkin ada ketersinggungan perkataan. Jadi, si korban dipukuli oleh kawan-kawannya," kata Harles saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/9).
Harles menuturkan, korban bahkan sempat diancam akan ditabrak menggunakan becak oleh orang tua salah satu pelaku.
"Korban juga diancam oleh salah satu orang tua pelaku. Kemudian mengatakan apabila si korban sekolah, besok akan ditabrak oleh orang tua si pelaku menggunakan becaknya sendiri," ujar Harles.
Takut Masuk Sekolah
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami trauma hingga takut pergi ke sekolah.
"Sehingga hari ini, korban tidak masuk sekolah," ucapnya.
Polisi kemudian menemui korban, lalu membawanya ke Satreskrim PPA Polrestabes Medan untuk membuat laporan.
Sementara itu, Rahmadana (38), selaku tantenya korban, mengatakan awalnya ia tidak mengetahui kalau keponakannya telah dianiaya oleh teman-temannya.
Rahmadana menuturkan, teman-teman korban masih duduk di bangku SMP dan SD. Sementara korban masih duduk di bangku SD kelas 6.
"Kami tidak tahu kejadian persisnya. Kami tahunya waktu teman-temannya bilang dia dikeroyok. Karena kami pikir masalah anak-anak, kami tidak peduli. Tiba-tiba anak saya 'badan saya sakit'. Tiba-tiba enggak mau sekolah, dia kan ujian. Jadi saya tanda tanya, kenapa dia enggak ke sekolah. Saya ke sekolahnya, dibilang guru keponakan saya enggak masuk. Katanya dikeroyok sama temannya. Dipanggillah temannya," ucap Rahmadana.
Lalu, teman-teman korban datang ke rumah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Gara-gara itu anak saya tidak mau sekolah sampai sekarang ketakutan. Kami coba suruh keluar, dia tidak mau. Karena mungkin kemarin ada orang tuanya datang ke rumah kami, ribut," imbuh Rahmadana.
Rahmadana meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut agar korban mendapatkan keadilan.
Tanggapan Polisi
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina, mengatakan korban sudah membuat laporan. Kini, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan.
"Sudah buat laporan polisi (LP), sudah diarahkan visum di Rumah Sakit Bhayangkara. Ini masih dilakukan penyelidikan. Kan pelakunya anak-anak juga itu," ucap Dearma.
