Analisa BMKG Terkait Hujan Lebat yang Sebabkan Jakarta Banjir

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Potret tetes hujan (Foto: Giuliamar/Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Potret tetes hujan (Foto: Giuliamar/Pixabay)

Hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan sejumlah sungai meluap dan berujung banjir. Bagaimana analisa BMKG terkait peristiwa ini?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Suwarinoto menjelaskan, hujan lebat pada Selasa (21/2) dini hari disebabkan adanya area konvergensi atau pertemuan angin tepat di sekitar wilayah Jakarta khususnya bagian utara. Kondisi ini menimbulkan pertumbuhan awan hujan menjadi sangat kuat.

"Ini ditandai dengan banyaknya awan Cumulonimbus," kata Suwarinoto dalam keterangannya yang dikutip Rabu (22/2).

Pedagang memasak di tengah banjir. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang memasak di tengah banjir. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Munculnya aktivitas awan Cumulonimbus menyebabkan hujan lebat yang disertai kilat dan petir pada dini hari kemarin. Sebaran awan hujan lebih dominan di wilayah utara dibanding wilayah selatan, hal tersebut sesuai dengan pengukuran curah hujan yaitu wilayah utara memiliki curah hujan lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

Dari pantauan kondisi atmosfer global dan regional, pengaruh gelombang tropis memicu munculnya area tekanan rendah serta monsoon Asia yang masih cukup kuat. Secara tidak langsung kondisi ini mempengaruhi fenomena cuaca regional dan lokal.

"Seperti munculnya daerah konvergensi kuat di Pesisir Barat Sumatera hingga wilayah Jawa bagian Barat," ucapnya.