Analisis BKSDA soal Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Bali: Keracunan Pestisida

10 September 2021 12:31
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Analisis BKSDA soal Ratusan Burung Pipit Berjatuhan di Bali: Keracunan Pestisida (71595)
zoom-in-whitePerbesar
Burung pipit di sawah Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
ADVERTISEMENT
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali telah melakukan penyelidikan terkait ratusan burung pipit yang jatuh di Sentra, Banjar Sema Pring, Kabupaten Gianyar.
ADVERTISEMENT
Kasubag Tata Usaha BKSDA Bali Prawono Meruanto mengatakan ada dua dugaan yang menyebabkan hewan tersebut jatuh ke tanah.
Pertama, pohon yang dijadikan tempat bertengger burung tidak kuat menahan hujan asam. Ia menambahkan, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Gianyar pada Kamis (9/9).
"Burung-burung tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan mungkin sedikit mengandung asam air hujan tersebut. Sehingga mengakibatkan burung-burung itu terjatuh," ujar Prawono, Jumat (10/9).
"Dugaan kami yang kedua adalah perilaku masyarakat yang menggunakan pestisida non alami di sekitaran. Jadi dugaan saya adalah burung-burung tersebut keracunan dari pestisida tersebut," imbuhnya.
Ia menambahkan burung pipit selalu bergerombol termasuk saat mencari makanan. Mereka bisa jadi menghinggapi tanaman padi yang disemprot pestisida. Akibatnya, burung tersebut keracunan.
ADVERTISEMENT
Atas peristiwa ini, BKSDA akan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai penggunaan pestisida. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kelestarian alam.
"Teman-teman di lapangan adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati melakukan pestisida dan tetap menjaga habitat satwa liar yang ada di sekitar mereka. Tidak hanya burung yang lain juga menjadi perhatian masyarakat sekitarnya," tegasnya.
Video yang memperlihatkan ratusan burung pipit berjatuhan viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak ratusan burung pipit berjatuhan di tanah. Hewan-hewan tersebut bergerombol sambil mengeluarkan suara.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020