Analisis BMKG: Gempa Bogor 4,1 M Diduga Kuat Dipicu Sesar Citarik
·waktu baca 2 menit

Kota Bogor diguncang gempa pada Kamis, 10 April 2025 pukul 22.16 WIB. Kekuatan gempa 4,1 magnitudo dengan episenter terletak di darat tepatnya pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT dengan kedalaman hiposenter 5 km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. DARYONO, S.Si., M.Si mengatakan gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake akibat aktivitas sesar aktif.
Hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG menunjukkan bahwa Gempa Bogor diduga karena Sesar Citarik.
"Pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri sinistral strike-slip sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG," ucap Daryono.
Sesar Citarik memiliki panjang sekitar 250 kilometer. Sesar mendatar ini melintasi provinsi Jawa Barat, melewati Palabuhanratu, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi. Sesar tersebut telah aktif sejak sekitar 15 juta tahun yang lalu.
Gempa dirasakan hingga Depok
Gempabumi dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Depok dengan Skala Intensitas III-IV MMI dan menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Kota Bogor.
Soal suara gemuruh yang muncul saat gempa, kata Daryono, merupakan hal yang wajar. Suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal.
"Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh," kata Daryono.
Hingga Jumat (11/4) pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat 4 kali aktivitas gempa susulan
Pukul 23.12 WIB (Magnitudo 1,9)
Pukul 23.14 WIB (Magnitudo 1,7)
Pukul 1.04 WIB (Magnitudo 1,6)
Pukul 1.38 WIB (Magnitudo 1,7)
