Analisis BMKG soal 6,8 Magnitudo di Sangihe yang Terasa hingga Manado
·waktu baca 2 menit

Gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo menggetarkan Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada Jumat (17/11) pukul 15.14 WIB.
Berdasarkan analisis BMKG, kekuatan gempa setelah dimutakhirkan menjadi 6,8 magnitudo. Episenter gempa berada di laut pada jarak 228 km barat baut Tahuna. Kedalaman 63 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat deformasi batuan dalam slab lempeng cotabato (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Mindanao," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," tambah dia.
BMKG menjelaskan, dampak gempa ini berdasarkan laporan masyarakat terasa guncangan di wilayah Naha dengan parameter V MMI atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Getaran juga terasa di Ondong, Talaud, dengan III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Atau pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.
Getaran gempa juga terasa di Bolaang Mongondow, Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara, dengan III-MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ucap Daryono.
Lebih jauh, Daryono mengatakan hingga pukul 15.32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ucap Daryono.
