Analisis BMKG soal Gempa 4,1 M di Sumedang yang Terasa hingga Bandung
·waktu baca 2 menit

Gempa bumi berkekuatan 4,1 magnitudo menggetarkan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12). Gempa terjadi pukul 14.35 WIB.
BMKG menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 6.85 LS dan 107.93 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km timur laut Kabupaten Sumedang pada kedalaman 7 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif daerah setempat," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
BMKG menuturkan, berdasarkan laporan dari masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Sumedang dengan skala intensitas IV MMI atau pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Kemudian di Cileunyi, Rancaekek, Lembang, Cicalengka, Jatinangor dan Subang dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Getaran juga terasa di Garut, Cianjur dan Kota Bandung dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," kata Daryono.
Lebih jauh, hingga pukul 14:53 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
