News
·
3 Agustus 2021 7:24
·
waktu baca 2 menit

Analisis BMKG soal Gempa di Mukomuko, Bengkulu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Analisis BMKG soal Gempa di Mukomuko, Bengkulu (946575)
searchPerbesar
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
Masyarakat Mukomuko, Bengkulu, pada Selasa (3/8) pagi, dikagetkan dengan kejadian gempa bumi. Tercatat gempa terjadi dua kali dengan kekuatan di atas 5 magnitudo.
ADVERTISEMENT
BMKG menuturkan, gempa pertama terjadi pukul 05.48 WIB. Kekuatan gempa yakni 6 magnitudo.
Kemudian gempa kedua terjadi pukul 06.01 WIB. Kekuatan gempa 5,4 magnitudo.
Meski begitu, BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Namun belum diketahui apakah ada kerusakan bangunan atau tidak.
Tekait gempa di Mukomuko, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memberikan penjelasan. Menurutnya, gempa ini termasuk gempa dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Pagai selatan M 5,9 pagi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona megathrust Segmen Mentawai-Pagai," kata Daryono.
Daryono menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa pagi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang menjadi ciri khas gempa megathrust.
ADVERTISEMENT
"Guncangan gempa Pagai pagi ini dirasakan sangat kuat di Pulau Pagai Selatan V-VI MMI yang berpotensi merusak dan warga berlarian ke luar rumah, Mukomuko dirasakan kuat dalam III-IV MMI, Bengkulu Utara, Padang, Pariaman II-III MMI, Kepahiang, Kota Bengkulu, dan Curup II MMI," ucap Daryono.
Kemudian getaran juga dirasakan sangat kuat di Pulau Pagai Selatan IV-V MMI yang berpotensi merusak dan warga berlarian ke luar rumah, Mukomuko dirasakan kuat dalam III-IV MMI, Bengkulu Utara, Padang, Pariaman II-III MMI, Kepahiang, Kota Bengkulu, dan Curup II MMI.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat Gempa Pagai Selatan magnitudo 5,9. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tutur Daryono.
ADVERTISEMENT