Analisis BMKG soal Pemicu Gempa 5,9 Magnitudo di Manado

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa bumi. Foto: cigdem/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa bumi. Foto: cigdem/shutterstock

Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo menggetarkan Manado, Sulawesi Utara, Kamis (16/11). Gempa terjadi pukul 06.26 WIB.

BMKG melakukan pemutakhiran terhadap kekuatan gempa. Hasilnya, gempa pagi ini berkekuatan 5,9 magnitudo.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Barat Laut Kota Manado, Sulawesi Utara. Kedalaman 300 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraplate) Sangihe yang tersubduksi ke bawah laut Sulawesi," kata Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," tambah dia.

Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. Foto: Jafrianto/kumparan

BMKG menjelaskan, getaran gempa dirasakan di daerah Kepulauan Sula, Tidore, Halmahera Barat, dan Taliabu dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ucap Daryono.

BMKG menuturkan, hasil monitoring hingga pukul 06.44 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Daryono.