Analisis Gempa 5,1 M di Morotai: Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Laut Filipina
·waktu baca 1 menit

BMKG menyampaikan analisis terhadap gempa berkekuatan 5 magnitudo di Pantai Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat (3/2) pukul 06.05 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa itu parameter 5,1 magnitudo setelah dilakukan pemutakhiran. Episenter gempa terletak di laut pada jarak 20 Km arah barat laut Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara. Kedalaman 40 Km.
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa itu berjenis tektonik yang disebabkan oleh aktivitas lempeng laut.
"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono.
Daryono menuturkan, getaran gempa dirasakan di daerah Morotai dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ucap dia.
Hingga pukul 6.30 WIB, BMKG mencatat ada aktivitas gempa susulan. Namun kekuatan gempa tidak lebih besar dari gempa pembuka.
Lebih jauh, BMKG tetap meminta warga waspada meski tidak ada peringatan tsunami.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa,” tuturnya.
