Analogi Aa Gym soal Orang Bodoh yang Hanya Andalkan Keimanan Hadapi Corona

Ulama kondang KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym menjelaskan makna keimanan dalam menghadapi pandemi virus corona. Kata dia, menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan harus dilakukan, tak cuma sekadar bergantung pada takdir.
"Yakin terhadap takdir itu urusan hati kita, tetapi akal kita mempunyai kewajiban yang lain, yaitu mencari tahu seberapa bahaya yang namanya virus ini," kata Aa Gym dalam diskusi virtual di BNPB, Kamis (30/7).
"Bagaimana penularannya, bagaimana menghindarinya, itu punya kewajiban lagi otak. Tidak boleh hanya yakin saja," sambungnya.
Ia menambahkan, tubuh manusia juga berkewajiban merealisasikan apa yang diyakini dan dipikirkan tadi. Untuk itu, manusia bisa menerapkan dan disiplin menaati protokol corona.
"Dan tubuh punya kewajiban merealisasikan keilmuan dan keimanan tadi. Sehingga ada protokol kesehatan, ada kerumunan kita menjauh. Jangan sampai keyakinan kita mengalahkan kewajiban tubuh. Berarti itu tidak sempurna keimanannya," tutur dia.
Karena keimanan itu mengaktifkan akal kita dan mengaktifkan amal ikhtiar kita.
- Aa Gym
Aa Gym kemudian memberikan analogi terkait disiplin protokol dengan ketika kita menyeberang. Menurutnya, urusan tertabrak kendaraan atau tidak itu takdir Yang Maha Kuasa, yang terpenting manusia berhati-hati.
"Seperti kita menyeberang harus hati-hati. Takdir itu urusan Allah, perkara kita di pinggir jalan tertabrak itu mah urusan Yang Punya. Tapi kan kita harus hati-hati, tengok kanan kiri. Sungguh bodoh kalau kita menyeberang karena yakin takdir, tidak lihat ke kiri dan kanan, ya dia kelindeslah. Akibat kebodohannya," tutup dia.
***
*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu sesama. Yuk, bantu donasi sekarang!
