Andi Arief Heran PDIP Tak Mau Koalisi dengan Demokrat dan PKS
·waktu baca 2 menit

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut PDIP tidak bisa berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.
Andi Arief mengaku heran dengan pernyataan Hasto tersebut.
"PDIP tak mau berkoalisi dengan Demokrat dan PKS tentu bertabrakan dengan apa yang kita bayangkan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (23/6).
Andi kemudian meminta Hasto untuk berpikir ulang terhadap pernyataanya. Menurutnya, roda kehidupan terus berputar. Tidak selamanya PDIP akan memegang kekuasaan.
"Terus terang kita sedang membayangkan PDIP sepenuhnya mempraktikkan toleransi, tidak diskriminatif dan gotong royong, dalam membangun negeri yang demikian besar," ucap dia.
Lebih lanjut, Andi mengatakan Demokrat tidak akan bersikap seperti PDIP yang menolak membangun koalisi bersama. Mereka akan tetap mengajak PDIP bergabung jika nantinya partai berlogo banteng itu berada di masa sulit.
"Jika suatu saat PDIP jatuh terkilir, tentu kita akan tetap mengajak bergabung bersama membangun di lapangan yang luas bernama Indonesia," kata Andi.
"Bisa dicatat janji kami ini," tutup dia.
Sebelumnya, Hasto secara gamblang menutup peluang berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di pilpres 2024 mendatang.
"Ya kalau dengan PKS tidak (berkoalisi)," kata Hasto.
Saat ditanya kans koalisi dengan Demokrat, Hasto juga memberikan sinyal menolak. Ia mengatakan PDIP tak menyukai berbagai bentuk kamuflase politik.
"Koalisi ini harus melihat emotional bonding pendukung PDIP, begitu. Pendukung PDIP ini rakyat wong cilik yang tidak suka berbagai bentuk kamuflase politik. Rakyat apa adanya. Rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat sehingga aspek historis itu tetap dilakukan," tuturnya.
Karena itu, ia berpandangan, tak mudah bekerja sama dengan Demokrat di 2024 karena perbedaan tersebut.
