News
·
14 April 2021 16:48

Andi Gani Tak Tertarik Masuk Kabinet: Lebih Baik Presiden Buruh dan Komisaris

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Andi Gani Tak Tertarik Masuk Kabinet: Lebih Baik Presiden Buruh dan Komisaris (86843)
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Foto: Dok. Istimewa
Isu reshuffle kabinet semakin menguat, khususnya setelah disetujuinya peleburan Kemendikbud dan Kemenristek dan pembentukan Kementerian Investasi oleh DPR.
ADVERTISEMENT
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea yang dulu sempat ditawari Presiden Jokowi bergabung di kabinet, menegaskan tidak akan bergabung dengan kabinet jika kembali ditawari. Ia mengaku nyaman dengan posisinya sebagai Presiden KSPSI dan juga Komisaris PT Pembangunan Perumahan.
"Saya tegaskan pada waktu penyusunan kabinet yang awal lalu, saya memang diminta masuk kabinet. Saya akhirnya menyatakan hal ini, tapi saya menyampaikan kepada presiden bahwa saya lebih baik berada di posisi saya sekarang sebagai Presiden Komisaris BUMN PT PP dan sebagai presiden buruh," kata Andi di Kompleks Istana Presiden, Rabu (14/4).
Andi pun menegaskan tetap konsisten dengan sikapnya tersebut. Ia menyebut sudah menetapkan hati untuk berada di luar kabinet.
Andi Gani Tak Tertarik Masuk Kabinet: Lebih Baik Presiden Buruh dan Komisaris (86844)
Presiden Jokowi dan Presiden KSPI Said Iqbal bersama tokoh buruh bertemu di Istana Kepresidenan Bogor. Foto: Dok. Istimewa
"Merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apa pun kepada presiden. Jadi kalau banyak pihak merasa lebih nyaman di kabinet, saya merasa nyaman berada di luar kabinet," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Andi juga yakin Jokowi akan mengambil keputusan yang terbaik, khususnya terkait siapa sosok yang dapat membantu Jokowi di kabinet.
"Kalau untuk urusan reshuffle kita serahkan semuanya kepada presiden, dan saya yakin presiden akan memutuskan yang terbaik," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kedatangan Andi ke Istana Kepresidenan untuk bertemu sejumlah menteri dan perwakilan pemerintah lainnya. Kedatangannya untuk membahas THR yang akan diberikan kepada pekerja jelang Lebaran nanti.