Andika Perkasa: 3 Anggota TNI Bantah Bunuh PNS Bapenda Semarang, Alibi Kuat
ยทwaktu baca 2 menit

TNI turut terlibat dalam pengusutan kasus kematian PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi. Hal ini karena ada anggota TNI yang sedang didalami keterlibatannya.
Menurut Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, ada 3 anggota TNI diperiksa terkait kasus itu. Salah satu di antaranya merupakan anggota Polisi Militer.
"Ada dari Polisi Militer. Itu betul. Inisialnya kami agak lupa, tapi kebetulan ada 3 [anggota]," ucap Andika kepada wartawan di sela menghadiri acara di kampus UGM, Sleman, DIY, Rabu (12/10).
"Kita belum menyimpulkan ke situ (dugaan terlibat), tapi kita sebut person of interest atau mereka-mereka yang kami ingin dalami," tegasnya.
Sejauh ini ketiga orang menyangkal keterlibatan mereka pada kasus pembunuhan yang terjadi pada bulan Agustus 2022 itu.
"Memang tidak semudah itu [untuk menyimpulkan keterlibatan mereka] karena ada saja denial atau jawaban-jawaban yang kemudian membuat seolah-olah tidak terlibat," kata jenderal bintang empat ini.
"Sebab dinyatakan di situ [pemeriksaan] alibi-alibinya cukup kuat sehingga kami membutuhkan info-info tambahan dari masyarakat. Pun kami juga siap menerima termasuk yang terjadi di Malang [tragedi Kanjuruhan], kan, itu kami sangat terbantu jika bisa mendapatkan info tambahan," jelas Andika.
Andika menegaskan pihaknya belum berani menyimpulkan apakah 3 anggota TNI ini benar terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Namun ia berjanji bakal terus memantau kasus ini.
Langsung saya kontrol per minggunya ditangani oleh Kodam, tapi laporan terus langsung kepada saya," kata Andika.
Iwan Boedi ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar bersama motor dinasnya di lahan kosong kawasan Marina, Semarang, pada 8 September 2022. Pembunuhnya juga memutilasi korban.
Pada tanggal 24 Agustus 2022, ia dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Padahal harusnya ia diperiksa menjadi saksi kasus korupsi pada 25 Agustus 2022.
Meski tak lagi utuh, jenazah Iwan akhirnya dimakamkan.
Hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan sehingga motif pembunuhan masih misterius.
Pelaku pembunuhan diduga orang yang terlatih dan mengetahui situasi sepi Marina. Tidak ada CCTV di lokasi temuan jenazah yang bisa membantu penyelidikan polisi.
