Andika Perkasa: Anggota TNI Terlibat Kekerasan Pakai Senjata Pasti Dipecat

23 Januari 2022 23:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kembali melakukan rapat bersama jajaran bidang penegakan hukum TNI.
ADVERTISEMENT
Dalam rapat itu, Andika ingin menanyakan soal perkembangan dari beberapa kasus kekerasan dan tindak pidana yang melibatkan oknum anggota TNI.
Andika menuturkan, ada beberapa motif oknum TNI terlibat kasus tindak pidana. Salah satunya karena masalah uang.
"Mungkin karena uang," kata Andika dalam akun Youtube Jenderal Andika dikutip, Minggu (23/1).
Eks KSAD itu meminta kepada Danpuspom TNI baik dari AD, AU dan AL memberikan hukuman tegas kepada oknum TNI terlibat masalah hukum. Terutama yang menggunakan senjata api atau tajam
"Pokoknya yang melibatkan kekerasan dengan senjata, pastikan dia dipecat. Yang pakai senjata, tewas atau tidak," ucap Andika.
"Karena dia sudah memang berniat, kalau pake senjata sudah niat, lain kalau tangan kosong, beda." tambah dia.
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa rapat bersama jajaran Danpuspom TNI serta Bidang Hukum TNI. Foto: Youtube/Jenderal TNI Andika Perkasa
Lebih lanjut, Andika menjelaskan oknum TNI terlibat kekerasan atau tindak pidana menggunakan senjata tajam sudah tidak dapat ditolerir. Oleh sebab itu, ia mengatakan hukuman pemecatan sudah setimpal dengan perbuatannya.
ADVERTISEMENT
"Apalagi kalau pakai alat, sajam, harus dipecat karena ini engga bisa, ini orang sudah super tega. Enggak bisa lagi jadi penegak hukum," ucap Andika.
"Kenapa? Supaya menjadi bahan pembelajaran buat semua yang lain, jangan terlalu gampang (pakai senjata)," tutup Andika.