Andre Rosiade Dorong BPKH & KJRI Bangun Rest Area Agar Jemaah Tidak Ngemper Lagi
·waktu baca 3 menit

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti nasib jemaah umrah Indonesia—khususnya yang menggunakan paket umrah ekonomis—yang kerap terlantar atau ngemper di kawasan Corniche dan Balad, Jeddah, sebelum kembali ke Tanah Air.
Merespons kondisi tersebut, Andre mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk segera merealisasikan pembangunan rest area khusus bagi jemaah Indonesia.
Dalam sebuah diskusi langsung dengan BPKH dan perwakilan pemerintah di Arab Saudi, Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini menyampaikan keprihatinannya melihat jemaah yang didominasi oleh orang tua harus menunggu berjam-jam tanpa fasilitas yang memadai.
"Jadi gini Pak, jemaah umrah kita kan yang umrah murah, 25, 30, 35 (juta), itu kan sering ngemper. Dia kan dibawa ke Corniche, ya ke Balad, belanja di sana. Toko murah-murah di situ, dipaksa untuk beli. Itu satu ya. Yang kedua, ngemper di situ berjam-jam, karena pesawat mereka malam atau subuh," ungkap Andre Rosiade.
Melihat fenomena tersebut, Andre mengusulkan solusi strategis berupa pembentukan rest area terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga pusat belanja suvenir atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik Indonesia.
"Nah saya pengen, bikinlah yang namanya rest area kerja sama sama KBRI atau KJRI. Bikinlah toko suvenir, jadi jemaah umrah itu datang ke rest area kita," jelas Andre.
Andre menegaskan DPR RI siap memfasilitasi dan menjembatani kerja sama antara BPKH Limited dengan para pengusaha atau investor Indonesia yang berada di Arab Saudi untuk mewujudkan lahan dan bangunan tersebut. Usulan ini pun diklaim telah mendapat dukungan penuh dari Komisi VIII DPR RI.
"Fungsi kita tuh memfasilitasi. Saya sudah ngomong sama Pimpinan Komisi VIII, saya sudah ngomong kemarin sama Kang Cucun, setuju. Tolong ini di-follow up. Karena ini pertama ya jemaah kita nggak ngemper, berjam-jam loh Pak ngemper di Corniche itu, kasihan kan orang-orang tua," tegasnya.
Lebih lanjut, Andre menilai pembangunan rest area ini adalah investasi yang sangat riil dan menguntungkan bagi BPKH, sekaligus memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pahlawan devisa serta jemaah ibadah asal Indonesia.
"Nah daripada ngemper di Corniche... lebih baik kita bikin rest area-nya. Mereka bisa istirahat di situ, belanja di UMKM, kita belanja di toko suvenirnya milik BPKH. Kan duit juga buat BPKH, daripada bisnis nggak jelas, ini lebih jelas, riil lho," paparnya.
Di akhir diskusinya, Andre meminta agar proyek ini bisa dieksekusi dengan cepat dan menargetkan agar pada tahun 2026 rest area tersebut sudah beroperasi.
"Beresin Om, kalau bisa 2026 ini kelar sehingga ini jadi legacy. Jadi jemaah kita nggak ngemper, jamaah kita bisa makan barang kita," pungkas Andre yang kemudian berkelakar dengan nada tegas bahwa dirinya siap menggunakan wewenangnya untuk terus mengawal penuh kebijakan amal jariyah ini.
