Andre Rosiade Kunjungi Panti Bayi Telantar di Padang, Azizah Jadi Donatur Tetap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengunjungi Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah di Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengunjungi Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah di Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengunjungi Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah di Jalan Sumatera No. E7, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (11/5).

Kunjungan itu berlangsung haru setelah Andre mendengar langsung kisah perjuangan pengurus panti merawat puluhan bayi dan balita telantar.

Di panti tersebut, sebanyak 27 anak mulai dari bayi hingga balita dirawat oleh para pengasuh dan perawat. Sebagian besar anak merupakan bayi yang ditinggalkan orang tuanya di depan gerbang panti.

Andre tampak beberapa kali menahan haru saat mendengar cerita dari pengurus panti, Dewi Melinda, mengenai banyaknya bayi telantar di Sumatera Barat.

“Ya Allah. Berat perjuangan di Sumatra Barat ini, banyak bayi dibuang di luar,” kata Andre saat menggendong seorang bayi berusia tiga minggu yang ditemukan di depan gerbang panti.

Dalam perbincangan itu, Dewi menjelaskan sebagian besar anak yang dirawat berasal dari keluarga dengan kondisi memprihatinkan. Ada anak yang ditelantarkan, ditinggal karena orang tua meninggal dunia, hingga berasal dari keluarga dengan gangguan kejiwaan.

“Tahun 2023 yang paling banyak, Pak. Bulan November saja ada tiga bayi yang ditinggal kabur,” kata Dewi kepada Andre.

Menurut Dewi, beberapa bayi bahkan sengaja ditinggalkan secara diam-diam di depan pagar panti pada malam hari.

“Ada yang memanjat pagar, ada yang menyelinap lewat tas,” ujarnya.

Mendengar cerita tersebut, Andre mengaku prihatin. Ia kemudian berkeliling melihat kondisi bayi dan balita yang diasuh di panti tersebut. Sebagian anak sudah mulai bersekolah, sementara bayi lainnya masih membutuhkan perawatan intensif.

Saat ini, panti tersebut dibantu empat perawat dan enam pengasuh. Namun, kebutuhan operasional panti disebut sangat besar. Dewi mengatakan biaya operasional panti dapat mencapai Rp100 juta per bulan, mulai dari gaji perawat, susu, pampers, hingga kebutuhan harian anak-anak.

“Kalau perawat yang perempuan Rp 200 ribu sehari, yang laki-laki Rp 300 ribu sehari. Itu baru untuk perawat dan pengasuh saja,” kata Dewi.

Selama ini, kebutuhan panti lebih banyak ditopang keluarga pengurus dan donatur tidak tetap. Karena itu, Andre langsung memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 25 juta serta 10 paket sembako senilai Rp 5 juta.

“Begini uni Dewi, saya tidak bisa lama-lama. Saya beri uni Dewi dan panti Rp25 juta dulu untuk membantu. Nanti ada sembako juga 10 paket. Kalau ada masalah apa pun segera kabari Ibu Ida atau tim kami di Padang,” ucap Andre Rosiade yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Dewi pun mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat berarti untuk membantu biaya operasional panti dan kebutuhan anak-anak.

Tak hanya itu, Andre juga berjanji akan kembali datang bersama istrinya pada awal Juni mendatang. Ia menyebut keluarganya akan menjadi donatur tetap bagi panti tersebut.

“Insya Allah tanggal 5 Juni saya bawa istri saya ke sini. Saya suruh istri saya dan anak saya, Azizah, jadi donatur tetap di sini. Biar nanti Azizah posting juga supaya banyak yang menyumbang ke panti Dewi,” katanya.

Pihak pengurus panti pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian Andre terhadap anak-anak telantar yang mereka rawat.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Andre Rosiade yang telah datang ke panti ini dan memberikan bantuan. Semoga beliau sehat selalu, semakin banyak rezekinya, dan terus berguna bagi orang banyak,” ujar pengurus panti.

Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inayah memiliki legalitas dengan Nomor AHU-0001910-AH.01.04 Tahun 2020 dan SIUP Nomor 0003/ILKS/DPMPTSP/2024. Yayasan tersebut juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu anak-anak telantar melalui rekening BSI Syariah nomor 7293299816 atas nama LKS Anak Balita Jasmin Nabila.