Andre Rosiade Minta Jalan Lubuk Selasih-Surian Sumbar Dipercepat, Target 2027
·waktu baca 3 menit

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung proyek preservasi ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian di kawasan Air Dingin, Kabupaten Solok.
Proyek yang didanai APBN hampir Rp 220 miliar itu dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus transportasi di wilayah selatan Sumatera Barat.
Hal tersebut disampaikan Andre saat rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok di Kantor BPJN Sumbar, Jumat (5/6).
Andre menjelaskan proyek preservasi tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang sekitar 20 kilometer dengan lebar mencapai 11 meter. Namun, pelaksanaan proyek secara optimal membutuhkan dukungan pembebasan lahan terhadap 142 rumah warga yang terdampak di sepanjang trase jalan.
“Mencari anggaran pusat itu tidak mudah. Kita harus bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Karena itu setiap anggaran yang berhasil dibawa ke Sumatera Barat harus dimanfaatkan secara maksimal agar ke depan pemerintah pusat kembali memberikan dukungan pembangunan,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Menurut Andre, proyek senilai Rp220 miliar tersebut merupakan peluang besar bagi Kabupaten Solok dan Sumatera Barat. Karena itu, seluruh pihak diminta serius menyelesaikan persoalan pembebasan lahan agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.
Ia berharap setelah proyek rampung, ruas Jalan Lubuk Selasih–Surian memiliki lebar penuh 11 meter sehingga mampu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran arus kendaraan menuju Solok Selatan maupun daerah sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat proses pembebasan lahan. Berdasarkan pendataan terbaru, jumlah bangunan terdampak tercatat sebanyak 142 unit, lebih sedikit dibandingkan data awal yang mencapai 162 unit.
“Alhamdulillah masyarakat hampir semuanya sudah menyatakan setuju. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan anggaran untuk penggantian bangunan warga yang terdampak proyek ini,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurut Jon, proses penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada Juni 2026. Setelah itu, pembayaran penggantian bangunan kepada masyarakat akan segera dilakukan.
“Target kami pada Juli pembayaran sudah bisa dimulai dan paling lambat 31 Agustus 2026 seluruh proses pembebasan lahan selesai atau clean and clear,” katanya.
Ia menambahkan, tiga titik longsor di kawasan Air Dingin juga menjadi prioritas penanganan karena berdampak langsung terhadap akses transportasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah nagari dan masyarakat akan terus berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaiannya.
Di sisi lain, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyatakan pihaknya menunggu realisasi pembebasan lahan sesuai target yang telah disepakati. BPJN berharap lokasi-lokasi prioritas dapat segera dibebaskan sehingga pekerjaan konstruksi dapat dimulai lebih cepat.
Andre menegaskan proyek preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian merupakan investasi penting bagi masa depan Sumatera Barat. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat distribusi barang dan jasa di kawasan selatan provinsi tersebut.
