Andre Rosiade: Prabowo Akan Reaktivasi Jalur KA di Sumbar, Investasi Rp 300 M
·waktu baca 3 menit

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan transportasi kereta api di Sumatra Barat. Salah satu rencana yang disiapkan pemerintah adalah reaktivasi sejumlah jalur kereta api nonaktif dengan investasi tahap awal yang diperkirakan mencapai Rp 300 miliar.
Hal itu disampaikan Andre usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
Andre mengatakan, berdasarkan paparan PT KAI dalam rapat tersebut, Sumatra Barat menjadi salah satu daerah prioritas dalam program reaktivasi jalur kereta api di Pulau Sumatra. Total jalur yang direncanakan untuk diaktifkan kembali mencapai 248,5 kilometer.
“Alhamdulillah, dalam rapat dengan Dirut PT KAI, kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat. Salah satunya melalui program reaktivasi jalur kereta api yang selama ini tidak beroperasi,” kata Andre.
Jalur yang masuk dalam rencana reaktivasi meliputi Naras–Sungai Limau sepanjang 6,5 kilometer, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanan sepanjang 162 kilometer, Muarakalaban–Sawahlunto sepanjang 4 kilometer, Padang Panjang–Batuabal sepanjang 18 kilometer, Batuabal–Solok sepanjang 34 kilometer, serta Solok–Muarakalaban sepanjang 24 kilometer.
Menurut Ketua DPD Gerindra Sumbar itu, program tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatra Barat karena dapat meningkatkan konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Presiden Prabowo ingin membangun infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat. Reaktivasi jalur kereta api di Sumbar akan membuka akses transportasi yang lebih murah, aman, dan efisien. Untuk tahap awal, diperkirakan investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp300 miliar,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyusun peta jalan pengembangan jaringan kereta api di Sumatra untuk memperkuat konektivitas antarwilayah pada masa mendatang.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, termasuk di luar Pulau Jawa. Sumatera Barat mendapat perhatian khusus dalam pengembangan jaringan kereta api nasional,” tutup Andre.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan proyek pengembangan jaringan Kereta Trans Sumatra dengan kebutuhan investasi sekitar Rp350 triliun.
Proyek tersebut ditujukan untuk menghubungkan jalur kereta api dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung guna memperkuat konektivitas, mobilitas penumpang, dan distribusi logistik di Pulau Sumatra.
Dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Bobby menjelaskan pengembangan jaringan kereta api di Sumatra masuk dalam roadmap transformasi KAI 2026–2030. Selain pembangunan sekitar 1.110 kilometer jalur baru, KAI juga menargetkan reaktivasi 726 kilometer jalur nonaktif di Sumatra Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
