Andre Rosiade Tinjau Gudang Bulog Sumbar, Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau Gudang Bulog Sumatra Barat di kawasan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau Gudang Bulog Sumatra Barat di kawasan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade meninjau Gudang Bulog Sumatra Barat di kawasan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (8/5). Dalam kunjungan tersebut, Andre memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras, masih aman hingga awal tahun 2027.

Peninjauan itu didampingi Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R Darma Wijaya. Dari hasil pengecekan di lapangan, Bulog Sumbar disebut masih memiliki cadangan beras yang memadai dan akan kembali menerima tambahan pasokan sekitar 20 ribu ton dalam waktu dekat.

“Masih ada 20 ribu ton lagi yang akan masuk ke Sumbar. Jadi stok sampai awal tahun 2027 sudah sangat cukup,” ujar Andre didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Wahyu Hidayat kepada wartawan di lokasi.

Andre menilai kondisi tersebut menjadi bukti keberhasilan program ketahanan pangan dan swasembada beras pemerintah yang dinilai telah berjalan secara nyata.

“Ini membuktikan ketahanan pangan dan swasembada beras memang terjadi secara riil untuk seluruh Indonesia. Saya berharap pihak-pihak yang masih meragukan bisa turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi para petani,” tutur Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Andre juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait harga pembelian gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram yang disebut berpihak kepada petani.

“Presiden berani mengambil keputusan bahwa harga gabah kering harus dibeli di angka Rp6.500. Ini membuktikan keberpihakan pemerintah kepada rakyat dan petani,” tegasnya.

Dia menyebut sejak 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, stok cadangan beras nasional saat ini diklaim mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Sejak 2025 kita tidak ada lagi impor beras. Bahkan baru pertama dalam sejarah, stok beras nasional mencapai angka tertinggi, yaitu 5,2 juta ton,” ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau Gudang Bulog Sumatra Barat di kawasan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R Darma Wijaya, memastikan pasokan pangan di Sumbar masih aman dan terkendali. Selain beras, Bulog juga terus menjaga distribusi minyak goreng melalui program SP2KP ke pasar-pasar yang ditunjuk pemerintah.

“Hari ini terkait minyak, kita mendistribusikan ke pasar-pasar SP2KP yang memang ditunjuk langsung pemerintah untuk menjaga pasokan dan harga kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Darma Wijaya, Sumbar dalam waktu dekat juga akan menerima tambahan pasokan minyak goreng sekitar 60 ribu dus dengan masing-masing berisi 12 liter, ditambah pasokan dari Wilmar sebanyak 34 ribu kemasan ukuran 12 liter.

“Sumbar kondisinya hijau, harga kebutuhan pokok masih terkendali,” ujarnya.

Untuk komoditas gula, Bulog Sumbar memastikan stok yang tersedia cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang Iduladha.

“Untuk gula, saat ini stoknya aman untuk konsumsi Sumbar. Ada sekitar 200 sampai 300 ton untuk kebutuhan menghadapi Iduladha,” tutupnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau Gudang Bulog Sumatra Barat di kawasan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Istimewa