Andrea Bocelli Buka Suara soal MUI Desak Konsernya di Indonesia Dibatalkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, buka suara terkait desakan pembatalan konsernya di Indonesia. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia,

Desakan ini muncul setelah pemerintah memutuskan tidak mengizinkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Andrea Bocelli menegaskan konsernya di Indonesia tidak berkaitan dengan pesan politik maupun dukungan terhadap pihak tertentu.

“Keikutsertaan saya semata-mata dilandasi oleh seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama,” kata Andrea Bocelli dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10).

kumparan post embed

Ia berharap konsernya dapat dinikmati semua orang tanpa memandang keyakinan atau pandangan politik. Bocelli juga memastikan tidak ada pendapatan konser yang ditujukan untuk mendukung kepentingan politik maupun militer.

“Tidak ada rencana penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik ataupun militer yang berkaitan dengan konser-konser tersebut. Tidak ada pula pendapatan dari konser-konser ini yang dimaksudkan untuk tujuan tersebut,” ujarnya.

Bocelli turut menanggapi pertanyaan mengenai penampilannya bertahun-tahun lalu yang menjadi sorotan.

“Pada kesempatan tersebut, sebagaimana dalam setiap penampilan sepanjang karier saya, satu-satunya niat saya adalah mempersembahkan suara dan berbagi musik,” kata maestro musik klasik Italia ini.

Ia juga menyatakan telah menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik sepanjang kariernya.

“Setelah mendedikasikan hidup saya untuk panggilan ini, saya selalu menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik, hal-hal yang membutuhkan pemahaman mendalam yang tidak saya klaim miliki,” tutur penyanyi tunanetra yang telah menjual lebih dari 90 juta album ini.

Bocelli dijadwalkan tampil di Candi Borobudur pada Sabtu (31/10) dan di Jakarta pada Selasa (3/11).

Rencana konser tersebut menuai sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pembatalannya. Desakan itu berkaitan dengan rekam jejak Bocelli yang disebut-sebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel pada 2010 serta konser di Tel Aviv pada 2022.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto

“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim.

Sebelumnya, pemerintah juga membatalkan rencana konser Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed pada 5 Oktober 2026. Pembatalan itu dilakukan karena adanya dugaan pemanfaatan pertunjukan untuk kampanye politik yang mendukung Israel.