Angga Meninggal di Gunung Lawu, Diduga Hipotermia

Sena Angga Adi Sanjaya (26), warga Wonogiri, Jawa Tengah meninggal di Gunung Lawu. Angga diduga meninggal karena terserang hipotermia.
Dalam keterangan pers BPBD Magetan, Minggu (23/8), Angga mendaki Gunung Lawu melalui Cemorosewu.
Berikut kronologi pendakian Angga dan 2 temannya:
*Angga dan dua temannya mendaki pada Sabtu (22/8) pukul 17.30 WIB.
*Namun pada Minggu dini hari pukul 02.00 WIB, Angga merasakan tubuhnya dingin.
Laporan dari teman-temannya, Angga menggigil. Diketahui pada musim panas ini suhu di Gunung Lawu memang lebih dingin.
*Sekitar pukul 03.00 WIB, 2 orang teman survivor turun ke basecamp Cemorosewu melaporkan bahwa kondisi Angga kritis.
*Pukul 06.00 WIB mendapat kabar dari Potensi Relawan PGL bahwa Angga meninggal.
Pihak BPBD Magetan yang terbagi dalam 3 tim segera melakukan evakuasi di Pos 2 Gunung Lawu.
*Minggu siang sekitar pukul 11.44 WIB, jenazah Angga berhasil dievakuasi hingga di base camp pendakian.
*Sekitar pukul 13.26 WIB, tim Inafis Polres Magetan melakukan identifikasi.
*Pukul 14.10 WIB, jenazah sudah tiba di gerbang pendakian Gunung Lawu dan diserahkan ke pihak keluarga.
Pihak BPBD Magetan belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Angga, walau diduga karena hipotermia.
"Penyebab kematian masih dalam penyelidikan pihak berwajib," demikian keterangan BPBD Magetan.
Hipotermia dan Cara Mengatasinya
Hipotermia biasanya disebabkan seseorang terlalu lama terpapar suhu rendah, tidak mengenakan baju hangat yang layak saat cuaca dingin.
Hipotermia ditandai dengan beberapa gejala ringan hingga berat sebagai berikut.
Gejala ringan:
- Pusing
- Lapar dan mual
- Kesulitan berbicara
Gejala sedang sampai parah:
- Berhenti menggigil
- Bicara tidak jelas atau meracau
- Kebingungan
- Mengantuk
- Tidak bisa fokus
- Denyut nadi lemah
Gejala berat:
- Kehilangan kesadaran mental, sehingga seseorang tidak menyadari apa yang sedang ia lakukan.
Bagaimana cara mencegah Hipotermia?
Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia
- Usahakan selalu memakai pakaian yang kering. Jika basah, ganti dengan yang kering. Kemudian bungkus dengan emergency blanket dan masukkan dalam sleeping bag. Sedangkan, jika posisinya tidak sadarkan diri, berarti posisi harus dimiringkan stabil
- Mengenakan beberapa lapis pakaian untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat
- Mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang cukup karena cadangan lemak dapat memproteksi tubuh dari cuaca dingin
- Hindari minuman beralkohol karena kandungannya dapat menyebabkan suhu tubuh menurun drastis
- Kemudian bangun tenda atau buat naungan atau bivak sederhana, misalnya, untuk tempat beristirahat yang terlindung dari hujan dan angin. Lalu, jika korban masih sadar penuh, beri ia minum air hangat dan makanan. Jangan yang mengandung kafein.
-Kalau korban sudah hilang kesadaran cara pertolongan pertamanya, pertama pastikan jalan napas korban terbuka. Cek dan pastikan masih bernapas atau tidak. Kalau masih bernapas, berarti aman.
