Anggaran BNPB di 2027: Rp 1,12 T, Dapat Tambahan Rehabilitasi Bencana Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan perkembangan anggarannya yang tercatat mengalami naik-turun, dengan pagu tertinggi dalam periode tersebut mencapai Rp 5,48 triliun pada 2023.
Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan anggaran BNPB pada 2027 yang telah disetujui pemerintah mencapai Rp 1,129 triliun. Angka tersebut terdiri dari anggaran utama sebesar Rp 1,003 triliun dan dukungan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat sebesar Rp 126,24 miliar.
“Untuk kegiatan 2027, anggaran yang sudah disetujui yang pertama senilai Rp 1.003.070.317.000,” kata Rustian dalam konferensi pers, Selasa (8/9).
“Dan kegiatan pendukung di 2027 kami dapat pendukung percepatan rehab-rekon di 3 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat senilai Rp 126.246.492.000. Sehingga total anggaran tahun 2027 senilai Rp 1.129.316.809.000,” sambungnya.
Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan total anggaran BNPB pada 2022. Saat itu, BNPB menerima anggaran rutin Rp 1,328 triliun dan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 4,140 triliun. Total anggaran yang diterima mencapai Rp 5,469 triliun.
“Dan juga kami dapat menyampaikan tahun 2022 juga kami dapat anggaran rutin senilai Rp 1.328.419.535.000. Sedangkan dana siap pakai yang digunakan BNPB selama tahun 2022 senilai Rp 4.140.914.549.000. Sehingga total anggaran yang kami terima di tahun 2022 senilai Rp 5.469.334.084.000,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan total anggaran 2022 tersebut, angka Rp 1,129 triliun pada 2027 lebih rendah sekitar 79 persen.
Sementara itu, BNPB mencatat anggaran utama 2026 sebesar Rp 1,055 triliun. BNPB juga mendapat dukungan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp 26,88 miliar.
“Untuk tahun 2026 anggaran BNPB senilai Rp 1.055.134.253.000, yang terdiri dari Rp 490.962.057.000 dan Rp 564.171.296.000,” kata Rustian.
“Kegiatan dukungan untuk percepatan rehab-rekon, kita dari BNPB selain diamanahkan di dalam inpres untuk membangun rumah rusak berat yang mandiri, juga diberikan anggaran dukungan senilai Rp 26.886.951.000. Sehingga total anggaran BNPB senilai Rp 1.082.021.204.000. Itu anggaran 2026,” sambungnya.
Selain anggaran tersebut, BNPB memiliki Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan kebencanaan. Pada 2026, BNPB telah menerima DSP sebesar Rp 4,626 triliun.
“Dan juga BNPB punya dana khusus di dalam penanganan kebencanaan ini, dana siap pakai namanya, sudah kami terima Rp4.626.112.811.000,” ujar Rustian.
BNPB juga tengah mengusulkan tambahan DSP kepada Kementerian Keuangan mencapai sekitar Rp 5,676 triliun.
“Dan juga di tahun 2026 ini sedang berproses usulan penambahan DSP kepada Kementerian Keuangan. Mungkin dalam waktu yang dekat ini kami mengusulkan sekitar Rp5.676.326.378.193. Itu anggaran 2026,” jelasnya.
Pada 2025, BNPB mencatat anggaran rutin sebesar Rp 1,177 triliun. Sementara DSP yang digunakan pada tahun tersebut mencapai Rp 3,734 triliun.
“Sedangkan di anggaran 2025, dana rutin kami Rp 1.177.308.181.000. Dan juga di tahun yang bersamaan dana siap pakai BNPB berjumlah Rp 3.734.787.858.000. Total pagu anggaran di 2025 berjumlah Rp 4.912.096.039.000,” ujar Rustian.
Kemudian pada 2024, anggaran rutin BNPB sebesar Rp 746,018 miliar dengan DSP Rp 4,393 triliun. Total anggaran pada tahun tersebut mencapai Rp 5,139 triliun.
“Sedangkan di tahun 2024, kami juga menerima dana rutin senilai Rp 746.018.062.000. Sedangkan dana siap pakai yang kami terima di tahun 2024, Rp 4.393.582.930.000. Sehingga totalnya di tahun 2024 senilai Rp 5.139.600.992.000,” katanya.
Pada 2023, anggaran rutin BNPB tercatat Rp 762,263 miliar. Sementara DSP mencapai Rp 4,718 triliun, sehingga total anggaran yang digunakan mencapai Rp 5,481 triliun.
“Tahun 2023, kami juga menerima anggaran rutin senilai Rp 762.263.214.000. Sedangkan dana siap pakai yang terakumulasi di tahun 2023 senilai Rp 4.718.880.689.000. Sehingga totalnya di tahun 2023 anggaran yang kami gunakan senilai Rp 5.481.143.903.000,” ujar Rustian.
Dengan demikian, berdasarkan total yang disampaikan BNPB, anggaran berada di level Rp 5,469 triliun pada 2022, naik tipis menjadi Rp 5,481 triliun pada 2023. Setelah itu, anggaran turun menjadi Rp 5,139 triliun pada 2024 dan kembali turun menjadi Rp 4,912 triliun pada 2025.
Untuk 2026 dan 2027, angka anggaran utama yang disampaikan BNPB berada jauh di bawah angka total 2022-2025.
Di sisi lain, BNPB menyampaikan hingga 7 September 2026, tercatat 1.730 kejadian bencana di Indonesia.
Bencana tersebut didominasi bencana hidrometeorologi, dengan 627 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 543 banjir, 324 cuaca ekstrem, 105 tanah longsor, 101 kekeringan, serta 14 gelombang pasang dan abrasi.
Sementara bencana geologi yang tercatat meliputi 13 gempa bumi dan 3 erupsi gunung api.
Berbagai kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada 29.143 rumah dengan kategori rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, dan 57.869 rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat 2.361 satuan pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor, dan 92 jembatan yang mengalami kerusakan.
