Anggaran Pendidikan Islam Kena Efisiensi Rp 10 T, Insentif Guru-Ustaz Dipotong
·waktu baca 2 menit

Kementerian Agama terkena efisiensi hingga Rp 12 triliun. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menjadi pos yang mengalami pemotongan anggaran paling besar, yakni Rp 10 T.
Menteri Nasaruddin Umar pun membenarkan saat ditanya apakah pemangkasan ini berdampak pada pemotongan insentif guru agama dan ustaz di lingkungan Kementerian Agama.
“Ya saya kira proporsional lah (pemotongannya). Kita ada kan kita masih punya (anggaran) sekitar 70 sekian triliun jadi menjadi 66 (triliun) sekarang,” kata Nasaruddin usai rapat dengan Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2).
Dalam paparan Nasaruddin Umar saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Ditjen Pendidikan Islam sebelum dipangkas memiliki pagu anggaran Rp 35 triliun. Setelah efisiensi anggaran yang tersisa hanya Rp 25 triliun.
Efisiensi anggaran ini merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto 22 Januari 2025 lalu.
Tidak hanya Kemenag, pemangkasan anggaran ini juga terjadi di seluruh kementerian dan lembaga tanpa terkecuali. Namun Kemenag menjadi salah satu Kementerian yang mengalami pemangkasan anggaran cukup signifikan.
“Berdasarkan berita acara rapat koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan dialokasikan sebesar Rp 12.390.556.767.000 jadi lebih dari Rp12 triliun (pemotongan). Mungkin salah satu kementerian yang paling banyak potongannya,” kata Nasaruddin.
Berikut rincian efisiensi yang dilakukan Kemenag:
Sekretariat Jenderal efisiensi Rp 378.132.103
Inspektorat Jenderal efisiensi Rp 63.193.299
Ditjen Bimas Islam efisiensi Rp 476.428.681
Ditjen Pendidikan Islam efisiensi Rp 10.093.093.985
Ditjen Bimas Kristen efisiensi Rp 304.981.721
Ditjen Bimas Katolik efisiensi Rp 181.129.556
Ditjen Bimas Hindu efisiensi Rp 232.672.529
Ditjen Bimas Buddha efisiensi Rp 142.093.482
Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah efisiensi Rp 207.545.906
Badan Modernisasi Beragama dan Pengembangan SDM efisiensi Rp 240.285.505
