Anggota Banser yang Dikafir-kafirkan Sempat Dikira TNI oleh Pelaku

12 Desember 2019 22:24 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jumpa pers kasus persekusi anggota Banser di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers kasus persekusi anggota Banser di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan
ADVERTISEMENT
Polisi berhasil menangkap H, pria yang mengkafir-kafirkan dua anggota Banser di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (12/12) di Sawangan, Depok.
ADVERTISEMENT
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama mengatakan, pelaku sempat mengira kedua anggota Banser personel TNI. Sebab keduanya memakai seragam loreng.
Ribuan Banser mengikuti acara 'Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan' di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Setelah dibuntuti dan memastikan kedua anggota Banser bukan anggota TNI, pelaku kemudian mencegat dan emosi kepada dua anggota Banser itu. Pelaku kemudian mengkafir-kafirkan kedua anggota Banser itu.
“Dikira pelaku berpakai loreng dikira tentara, pelaku sempat takut. Tapi setelah dilihat bukan, jadinya berani melakukan hal itu (persekusi),” kata Bastoni saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/12) malam.
Jumpa pers kasus persekusi anggota Banser di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pelaku kesal lantaran bersenggolan dengan kedua anggota Banser itu di jalan. Pelaku pun mengajar keduanya hingga kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pelaku juga sempat merekam aksinya dan menyebarkannya ke grup WhatsApp.
ADVERTISEMENT
Atas perbuatannya itu, pelaku menyesal dan meminta maaf.
“Permintaan maaf saya terutama kepada masyarakat dan juga NU para ulama mohon maaf, dan saudara-saudara Banser dan GP Ansor,” kata dia.
Kasus persekusi itu terjadi pada Selasa (10/12) di wilayah Pondok Pinang. H mengkafir-kafirkan dua anggota Banser bernama Wildan dan Eko. Keduanya merupakan anggota provost Banser Kota Depok.
Saat itu, Wildan dan Eko dalam perjalanan menuju Ciledug. Di sana ada pengajian yang dihadiri salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq.