Anggota DPR Dapat Tunjangan Rumah Rp 52 Juta, Adies: Ngekos di Senayan Rp 3 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (8/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (8/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menyebut anggota DPR RI kini mendapatkan tunjangan rumah sebesar Rp 52 juta per bulan. Ia mengatakan tunjangan ini diberikan karena anggota DPR tak lagi diberikan rumah dinas.

Hal ini menjawab ramai disebut anggota DPR dapat tunjangan Rp 100 juta per bulan di periode ini.

“Sekarang kalau kontrak rumah sekitar Senayan kan sudah setahun 50 juta itu kan sudah enggak ada ya, anggap adalah, tapi kan rumah yang biasa. Sewa rumah atau apartemen di sekitar Senayan sekitar Rp 30 juta - Rp 75 juta per bulan. Kalau sewa kos ukuran 4x6 itu Rp 3 juta - 5 juta bulan,” ucap Adies, Selasa (19/8).

“Belum nanti dia kan taruh pembantu satu, terus nanti dia kasih bayar sopir dan lain sebagainya, jadi kan uang-uang itu kan 50 juta itu kan sudah (pas),” tambahnya.

Suasana rumah dinas DPR tahun 2017. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan

Adies menyebut pemberian tunjangan ini juga sudah sesuai dengan beban kerja para anggota dewan.

“Saya rasa masih make sense dengan tugas-tugas kenegaraan mereka. Jadi perlu diketahui bahwa DPR ini tugasnya bukan hanya rapat-rapat saja, tetapi juga pembahasan tentang anggaran yang sedemikian pelik,” ucap Adies.

“Kemudian pembahasan tentang legislasi, rancang undang-undang yang begitu banyak masuk ke setiap komisi dan juga pengawasan,” tambahnya.

Namun, menurut Adies, bila memang tunjangan Rp 50 juta masih dianggap terlalu besar, maka DPR bisa saja menurunkannya dan mengimbau agar para anggota memilih kos-kosan yang lebih murah.

“Nanti kita pikirkan kalau memang masih dikira itu 50 juta terlalu besar, teman-teman kita imbau cari kos-kosan kira-kira yang 1 jutaanlah begitu. Mungkin yang kamar mandi di luar atau seperti apa gitu. Ya kalau memang masih terlalu dianggap masih terlalu mahal kos-kosannya 3 juta,” ucap Adies.

Ia pun menegaskan bahwa gaji untuk anggota dewan tidak ada yang naik.

“Gaji tidak ada naik, gaji kami tetap terima kurang lebih 6 juta setengah, hampir 7 juta. Tunjangan-tunjangan beras kami cuma dapat 12 juta dan ada kenaikan sedikit dari 10 kalau tidak salah. Tunjangan-tunjangan lain juga ada kenaikan sedikit-sedikit, bensin itu sekitar 7 juta yang tadinya kemarin sekitar 4-5 juta sebulan,” jelas Adies.

“Walaupun mobilitas daripada kawan-kawan Dewan lebih dari itu setiap bulannya. Jadi kalau dulu gaji kawan-kawan itu terima total bersihnya sekitar 58 mungkin dengan kenaikan, gaji tidak naik ya, saya tegas sekali gaji tidak naik. Tunjangan makan disesuaikan dengan indeks saat ini mungkin terima hampir 69-70an (juta),” tandasnya.