Anggota DPR NasDem: Siapa Pangkostrad, yang Penting Loyal ke Presiden
ยทwaktu baca 2 menit

Bursa siapa nama calon kuat yang akan mengisi posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) terus memanas. Terakhir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan nama Pangkostrad baru akan diungkap bersamaan dengan pengumuman 28 jabatan baru di lingkungan TNI.
Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan, mengatakan loyalitas kepada presiden jadi pertimbangan utama bagi siapa sosok yang paling pas memimpin Kostrad.
"Kriteria loyalitas kepada Presiden menjadi penting karena Kostrad memiliki jumlah personel yang besar dan bisa dimobilisasikan oleh Pangkostrad," ujar Farhan kepada kumparan, Minggu (16/1).
Pangkostrad diketahui memiliki sejumlah tugas pokok penting seperti membina kesiapan operasional jajaran komandonya dan menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategis. Baik itu Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai dengan kebijaksanaan dari Panglima TNI.
Tak hanya itu, Pangkostrad juga memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi utama dalam pengembangan kekuatan, pertempuran, administrasi, dan fungsi organik militer. Baik intelijen, operasi dan latihan, pembinaan personel, logistik, dan teritorial serta fungsi organik pembinaan dalam perencanaan, pengendalian, dan pengawasan.
Atas alasan penting dan strategisnya tugas yang diemban seorang Pangkostrad, Farhan meminta agar penentuan siapa sosok Pangkostrad dapat dilakukan sesegera mungkin.
"Jabatan Pangkostrad harus segera diisi sebagai bagian pergerakan gerbong regenerasi di tubuh TNI AD," tegas Farhan
Soal siapa yang paling layak mengisi posisi itu, Farhan mempersilakan bagi siapa pun pati bintang dua yang dinilai layak untuk dapat diajukan kepada Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).
Sehingga berikutnya tinggal Presiden Jokowi yang akan memutuskan siapa nama yang paling dipercaya untuk mengisi posisi tersebut.
"Maka untuk menjawab siapa yang layak, apakah Pangdam Siliwangi atau Pangdam Jaya atau Pangdam Udayana; hanya Panglima Tertinggi TNI yang bisa menilai loyalitas mereka kepada Presiden," kata Farhan.
"Siapa pun pati bintang dua senior yang layak, bisa dicalonkan di Wanjakti, tinggal Presiden memastikan loyalitas yang bersangkutan," pungkasnya.
