Anggota DPR PKS Minta Pemerintah Lebih Intensif Sosialisasi soal Omicron

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi IX DPR (PKS), Kurniasih Mufidayati. Foto: Dok. Pribadi/Kurniasih Mufidayati
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi IX DPR (PKS), Kurniasih Mufidayati. Foto: Dok. Pribadi/Kurniasih Mufidayati

Kasus COVID-19 kembali naik signifikan. Hingga Kamis (27/1) kemarin, kasus konfirmasi harian bertambah 8.077. Temuan kasus Omicron juga terus bertambah meskipun Satgas COVID-19 mengungkap 58 persen pasien omicron adalah OTG dan tingkat kesembuhan mencapai 96 persen.

Menyikapi situasi saat ini, anggota Komisi Kesehatan DPR, Kurniasih Mufidayati, mendorong pemerintah agar lebih aktif lagi mensosialisasikan varian Omicron kepada masyarakat.

“Pemerintah harus lebih intensif melakukan sosialisasi tentang Omicron kepada masyarakat,” kata Mufida saat dimintai tanggapan, Jumat (28/1).

Infografik Telekonsultasi dan Obat Gratis untuk Pasien Omicron. Foto: Tim Kreatif kumparan

Menurut Mufida, melibatkan tokoh masyarakat bisa menjadi prioritas dalam sosialisasi pencegahan Omicron. Ia menilai, pemahaman soal bagaimana mencegah Omicron penting untuk memitigasi ledakan kasus.

“Libatkan tokoh masyarakat untuk edukasi masyarakat. Satgas sampai dengan RT RW harus dilibatkan untuk mitigasi masyarakat yang terpapar di lingkungannya dan edukasi ke masyarakat agar tingkatkan Prokes,” beber politikus PKS ini.

Lebih jauh, Mufida menekankan tim Kemenkes harus bekerja 24 jam agar kebijakan yang tepat bisa diambil terkait status PPKM.

“Tim kajian kemenkes harus terus bekerja 24 jam dan memberikan rekomendasi real time sesegera mungkin untuk kebijakan status PPKM,” tandas legislator dapil Jakarta ini.