Anggota DPR Soroti Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk: Evaluasi PO-Sopir

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi III DPR RI, Bimantoro Wiyono. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi III DPR RI, Bimantoro Wiyono. Foto: Dok. Pribadi

Anggota Komisi III DPR, Bimantoro Wiyono, mengapresiasi jajaran Polri, khususnya personel Polres Nganjuk dan Polsek Bagor, atas penanganan cepat kecelakaan Bus Sugeng Rahayu dengan truk Fuso di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/7).

Bimantoro mengapresiasi Bhabinkamtibmas Polsek Bagor, Aipda Sutrisno, yang menyelamatkan seorang bayi yang sempat tercebur ke sungai saat proses evakuasi berlangsung.

Kecelakaan yang melibatkan bus Sugeng Rahayu dengan sebuah dump truk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Foto: Polres Nganjuk

"Saya memberikan apresiasi kepada jajaran Polri, khususnya Aipda Sutrisno dan seluruh personel yang bertugas di lapangan. Kecepatan, keberanian, dan kepedulian mereka berhasil menyelamatkan nyawa para korban. Ini adalah wujud nyata Polri yang hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat," ujar Bimantoro dalam keterangannya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Bimantoro menilai kecelakaan tersebut harus jadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi umum.

kumparan post embed

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kecelakaan. Menurutnya, apabila ditemukan unsur kelalaian, baik dari pengemudi maupun perusahaan otobus, proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan.

"Saya meminta aparat mengusut tuntas penyebab kecelakaan ini. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, baik dari pengemudi maupun perusahaan otobus, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai keselamatan penumpang dikorbankan akibat lemahnya pengawasan," tegasnya.

Kecelakaan yang melibatkan bus Sugeng Rahayu dengan sebuah dump truk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Foto: Polres Nganjuk

Selain itu, Bimantoro mendesak Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap perusahaan otobus, terutama yang memiliki rekam jejak pelanggaran atau membiarkan pengemudi berkendara secara ugal-ugalan.

"Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap PO Bus yang tidak mampu menjamin keselamatan penumpangnya. Jangan hanya sopir yang menjadi sorotan, tetapi juga manajemen perusahaan yang memberikan target perjalanan tidak realistis, lalai mengawasi pengemudi, atau membiarkan budaya berkendara ugal-ugalan terus berlangsung. Jika terbukti melanggar aturan keselamatan, izinnya harus dievaluasi, bahkan dicabut apabila diperlukan," katanya.

Menurut Bimantoro, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan bisnis.

"Transportasi umum adalah layanan publik. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama, pengawasan harus diperketat dan penegakan hukum yang tegas agar kejadian seperti ini tidak terus berulang," pungkasnya.

Bus Terjun ke Sungai

Kecelakaan yang melibatkan bus Sugeng Rahayu dengan sebuah dump truck di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Foto: Polres Nganjuk

Sebelmnya Bus Sugeng Rahayu terjun ke sungai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah dump truk pada Sabtu (4/7). Tidak korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dalam foto yang diterima kumparan, bus tersebut terguling ke sungai dengan posisi badan terbalik. Lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau padat.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, insiden ini bermula saat dump truk Mitsubishi dengan nomor polis S 9687 UR melintas di Jalan Raya Nganjuk-Wilangan, Desa Paron dari arah barat menuju timur.

Bus kemudian terjun ke sungai yang berada di pinggir jalan tersebut. Sementara dump truk terlihat menabrak sebuah pohon yang ada di pinggir jalan.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Bus Sugeng Rahayu itu mengangkut 50 orang penumpang.