Anggota DPRD Cilegon Dorong Pendemo yang Blokade Pabrik Tepung Pakai Mobil
ยทwaktu baca 3 menit

Anggota DPRD Kota Cilegon asal Partai Gelora, Hikmatullah, mendorong salah satu pendemo menggunakan mobilnya, Mazda CX-5.
Peristiwa ini terjadi di depan pabrik terigu di Cilegon, Banten, Selasa (10/6). Menurut Hikmatullah, para pendemo telah memblokade pabrik terigu selama sepekan sejak Selasa (3/6).
Video momen itu pun beredar, mobil Hikmatullah yang berpelat nomor B 2822 NFA yang dikendarainya terlihat mendorong pendemo tersebut lalu berhenti. Situasi memanas terlebih saat Hikmatullah turun dari mobil.
Penjelasan Hikmatullah
Saat dikonfirmasi, Hikmatullah tak menampik peristiwa tersebut. Menurutnya, kendaraan yang kendarainya melaju secara perlahan. Dia membantah telah menabrak dengan keras pendemo.
"Saya maksa, sekadar untuk ngegos kepada mereka (pendemo). Kalau saya niat nabrak, patah enggak kaki orang? Itu kan cuma ditempel, saya rem," ujar Hikmatullah, Selasa (10/6).
"Saya turun, saya dorong mereka karena tidak mau minggir," kata Hikmatullah.
Blokade
Ia beralasan, kemarahannya kepada pendemo dipicu 87 karyawan di pabrik yang menjadi terganggu karena akses utama diblokade sejak Selasa (3/6).
Menurut Hikmatullah, demo itu pun membuat kendaraan logistik yang akan masuk ke pabrik terhambat lantaran tak diizinkan untuk melintas.
"Dipasang blokade orang setiap hari selama 8 hari kemarin, (karyawan lain) boleh masuk dari belakang, itu kan jauh, kurang lebih 2 sampai 3 kilometer jaraknya. Truk enggak boleh masuk, truk angkutan," ujarnya.
Apa yang didemo?
"Mereka protes ada rekannya yang dipindah tugas ke Medan," ujar Hikmatullah.
Arogan
Diakui Hikmatullah, dirinya menjadi arogan disebabkan oleh ulah para pendemo menurutnya lebih arogan sehingga membuat para buruh harian tidak bisa bekerja dan mendapatkan upah akibat diblokadenya pintu masuk pabrik.
Padahal, kata Hikmatullah, pihak perusahaan outsourcing telah melakukan mediasi dengan para pendemo meski belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak.
"Itu juga tidak mereka pikirkan, hanya karena membela 1 orang kelompok, mereka korbankan begitu banyak orang," kata Hikmatullah.
"Sekarang pertanyaan saya, dari semua cerita saya, yang arogan siapa? Diajak ngomong enggak bisa. Saya hanya shock therapy. Kalau mereka arogan, saya juga bisa gitu loh," ujar Hikmatullah.
Pengakuan Pendemo
Hasanal Fatah mengaku sempat terjepit selama 20 menit usai ditabrak mobil tersebut. Menurutnya, ia tidak mengira akan ditabrak.
"Saat itu disuruh pengurus buat nahan masuk (pegawai), tahunya ada mobil anggota dewan nerobos, saya kira enggak bakal sampai nabrak, saya kira dia cuma mau gertak doang," kata Hasanal, Selasa (10/6).
"Saya kejepit, saya kira dia mau mundur eh malah turun dari mobil. Saya masih kejepit, ada sekitar 20 menitan," imbuhnya.
Hikmatullah Belum Minta Maaf
Ia menuding, aksi yang dilakukan oleh Hikmatullah sebagai bentuk arogansi lantaran memiliki keberpihakan kepada pihak perusahaan.
"Dia pro karena dia juga pegang LSM Mahakarya," kata Hasanal.
Hasanal mengaku, sampai saat ini dirinya belum menerima upaya permohonan maaf dari Hikmatullah.
"Belum ada (permintaan maaf). Dia masuk ke dalam, nerobos supaya anak buahnya ini bisa masuk, anak buahnya si outsourcing itu bisa masuk," ujarnya.
