Anggota DPRD: Prostitusi di Gajah Mada, Banyak Bener Itu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Alexis (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Alexis (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan Alexis untuk menutup seluruh usahanya, menyusul ditemukannya praktik prostitusi dan perdagangan manusia. Menurut Anies, Alexis dinilai melanggar Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan Pasal 14.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Veri Yonnevil mengatakan, sebaiknya Anies tak hanya menertibkan praktik prostitusi di gedung-gedung seperti Alexis, tetapi juga di jalanan.

"Nanti kita akan sampaikan ke Pak Gubernur supaya beliau bersikap adil, jangan hanya yang menjadi sorotan masyarakat diambil tindakan. Sedangkan mungkin ada yang lebih parah dari Alexis tapi belum ditindak sampai sekarang," kata Veri saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Rabu (28/3).

"Satpol PP-nya harus bertindak cepat, apalagi di Jalan Gajah Mada itu tengah malam banyak bener itu," imbuhnya.

Ia juga meminta agar Satpol PP juga bertindak cepat dalam menindak prostitusi jalanan itu. Namun, Veri memastikan, para pekerja prostitusi jalanan itu harus dibina oleh Dinas Sosial. Sebab, praktik prostitusi ini dinilai berpotensi dilakukan secara turun-temurun.

"Masuk kakaknya, adiknya, nanti yang meneruskan, atau saudaranya. Akhirnya itu begitu terus. Kalau petugansya tegas saya rasa bisalah," tutur Veri.

Suasana depan Alexis usai penutupan (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana depan Alexis usai penutupan (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Anggota Fraksi Hanura DPRD DKI itu menambahkan, banyaknya PSK maupun waria yang sering berada di Gajah Mada, Blok M, dan Taman Lawang, rela melakukan pekerjaan itu karena faktor ekonomi.

Sampai saat ini, Veri masih belum mengetahui lokasi mana yang akan jadi target penindakan Pemprov DKI. Namun, penutupan Alexis dinilainya sebagai shock theraphy bagi tempat usaha dan hiburan malam di Jakarta.

"Yang jelas itu jadi shock theraphy-lah buat tempat-tempat hiburan yang lain untuk berbenah diri," ucap Veri.

Sementara, soal nasib pekerja Alexis, Veri melihat seharusnya manajemen Alexis sudah dapat mengantisipasi dari jauh-jauh hari. Apalagi, dua usaha Alexis yakni karaoke dan hotel sudah ditutup pada November 2017. Semestinya, kata dia, Alexis bisa belajar dari pengalaman.

Dia juga mengungkapkan bahwa Anies sudah tidak ragu untuk langsung memperingatkan dan menutup tempat usaha pariwisata dan hiburan malam yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Kalau sekarang beliau keliatannya sangat concern. Begitu ada laporan kemudian dilakukan investigasi. Nah dia akan langsung tutup. Apakah itu prostitusi, apalagi narkoba. Itu langsung ditutup," pungkasnya.