Anggota Komisi I DPR Usul Komdigi Buat Lembaga Counter Narasi Sesat di Medsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakpus pada Senin (8/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakpus pada Senin (8/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Anggota Komisi I DPR dari PKB, Oleh Soleh mengusulkan agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuat sebuah lembaga atau badan khusus counter narasi di media sosial. Menurutnya, banyak konten menyesatkan yang harus diluruskan.

Hal ini ia sampaikan saat raker dengan Menkomdigi, Meutya Hafid di DPR pada Senin (8/12). Ia menilai, dengan adanya lembaga khusus tersebut, konten menyesatkan bisa cepat di-counter dalam hitungan menit.

“Saya ada usul Bu, dari Komdigi ada sebuah counter, counter Bu, ada sebuah, terserah dibikin badan atau komisi lain gitu di komisi, setiap ada TikTok, ada IG, ada Facebook, konten-konten yang menyesatkan, ini kalau bisa jangan hitungan hari Bu, kalau bisa kalau di-posting-nya jam 1, jam 1 lewat 5 menit sudah ada counter kalo bisa,” ucap Soleh kepada Meutya.

Menurut Oleh, jika narasi menyesatkan tidak di-counter oleh pemerintah, maka masyarakat akan dengan mudah percaya.

“Karena kalau memang tidak di-counter Bu, hari ini masyarakat lebih percaya ke yang viral Bu. Sebagus apa pun pekerjaan kita, program kita, kalau misalkan tidak terinformasikan dan kalah oleh yang viral-viral akhirnya kita tidak mendapatkan atensi dan apresiasi dari masyarakat,” ucap Oleh.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan saat Launching Garuda Spark Innovation Hub di Pos Bloc Kota Medan, Sabtu (8/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

“Oleh sebab itu, rasa-rasanya perlu sesegera mungkin ada lembaga counter yang secara langsung tidak boleh didiamkan,” tambahnya.

Oleh menilai, narasi menyesatkan di medsos merupakan ancaman serius untuk negara.

“Karena kalau didiamkan saya rasa ini juga akan menjadi penghasut yang terus menerus merusak daripada tatanan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.