Anggota Komisi II Minta Istana Jelaskan Ramai Pesawat Presiden Dicat Merah
ยทwaktu baca 2 menit

Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus meminta pemerintah atau pihak Istana menjelaskan ke masyarakat terkait kabar yang menyebut bahwa pemerintah mengubah warna pesawat kepresidenan dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Di media sosial beredar foto pesawat presiden dicat ulang dari warna biru putih menjadi warna merah putih. Foto tersebut disertai caption bahwa biaya pengecatan makan biaya lebih dari Rp 1 miliar.
Guspardi menilai, penjelasan dari Istana penting agar isu ini tidak menjadi polemik di masyarakat. Apalagi biaya pengecatan yang besar di tengah pandemi COVID-19.
"Tentu apa substansi dari pada perubahan warna. Ini kan artinya pemerintah harus menjelaskan ini. Harus dijelaskan supaya jangan menimbulkan miskomunikasi, persepsi yang terkesan menghamburkan dana. Tentu harus dilakukan klarifikasi. Wajib itu," kata Guspardi, Selasa (3/8).
Jika memang kabar tersebut dibenarkan pemerintah, maka langkah ini jelas menunjukkan Istana tak peduli dengan kondisi masyarakat saat ini yang tengah berjuang menghadapi pandemi.
Ini pun bertolak belakang dengan imbauan Jokowi bahwa pejabat harus punya sense of crisis.
"Harus punya sense of crisis lah ya. Harus mempunyai rasa kepedulian terhadap kondisi kekinian," ujarnya.
Untuk itu, politikus PAN ini meminta agar pemerintah tak melakukan hal-hal yang memang tak diperlukan saat ini. Apalagi, hanya sekadar mengecat ulang pesawat kepresidenan dengan anggaran yang cukup besar.
"Hal-hal yang tidak substansi tak perlu dilakukan," ujarnya.
Diketahui, Eks Komisioner Ombudsman Alvin Lie mengunggah soal foto pesawat presiden yang dicat warna merah dan putih itu.
Dalam akun Twitternya, Alvin menyebut pengecatan hanya menghamburkan uang. Sebab, biaya pengecatan berkisar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.
Terkait kabar tersebut, kumparan sudah menghubungi pihak Istana termasuk Mensesneg Pratikno lewat Whatsapp Namun, hingga kini belum ada balasan.
