Anggota Komisi III Bicara Rencana Prabowo Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
·waktu baca 2 menit

Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk tim reformasi Polri. Rencana ini diungkapkan tokoh dari Gerakan Nurani Bangsa usai bertemu Prabowo.
"Jadi kalau ditanya presiden ada keinginan membentuk Tim Reformasi Polri, ya kita menghormati dan mendukung itu," kata Rudianto saat dihubungi wartawan di Kompleks Parlemen, Jumat (12/9).
Rudianto percaya Prabowo sebagai pemimpin negara mengetahui dengan pasti apa yang dibutuhkan oleh institusi keamanan itu.
“Kita memaknai positif keinginan Bapak Presiden karena Bapak Presiden yang paling tahu apa-apa yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan,” katanya.
Tidak hanya Polri, Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu juga menilai semua lembaga tinggi negara perlu reformasi dalam rangka koreksi dan perbaikan kinerja.
"Apakah itu legislatif, eksekutif termasuk yudikatif, kalau reformasi saya kira itu dalam rangka koreksi, perbaikan kinerja, bagaimana kemudian instrumen-instrumen negara ini hadir betul betul bekerja untuk kepentingan masyarakat," katanya.
Sebelumnya Prabowo mengutarakan niatnya untuk melakukan reformasi Polri saat berbincang dengan Gerakan Nurani Bangsa, yang merupakan kelompok tokoh lintas agama, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, Prabowo segera membentuk tim reformasi kepolisian.
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Gomar dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).
