Anggota Komisi III Ingatkan Polri soal Marak Mafia TPPO: Ada Pembiaran
·waktu baca 2 menit

Komisi III DPR RI rapat bersama Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirtipid PPA PPO) Polri Brigjen Nurul Azizah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/9).
Anggota Komisi III dari NasDem, Machfud Arifin, menyampaikan kepada Nurul masih banyak mafia perdagangan orang di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pencegahan pengiriman tenaga kerja Indonesia keluar negeri secara ilegal.
“Jadi lebih baik saran saya kepada Bu Nurul, pencegahan yang harus ditingkatkan. Di hulunya inilah, kerja sama di tempat-tempat pelatihan,” ucap Machfud.
“Yang paling banyak adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Pengiriman mandiri, saham (modal) mandiri. Ini yang paling banyak dilakukan. Ini banyak mafianya juga ini untuk orang keluar negeri ini,” tambahnya.
Menurut Machfud, praktik perdagangan orang ini sudah sangat lumrah terjadi di Indonesia. Menurutnya, ada sebuah pembiaran yang terjadi.
“Terus kemudian juga tadi disampaikan juga pekerja migran secara tidak sesuai prosedural. Ini memang sangat banyak. Apakah Bu Nurul sudah koordinasi dengan namanya imigrasi? Terus kemudian peningkatan kerja pengadangan di bandara-bandara?” ucap Machfud.
“Bahkan Sepertinya legal padahal ilegal. Ini menurut saya banyak yang tahu. Pembiaran. Sekarang kerja di Dubai ujungnya kerja dibawa ke Afrika Selatan. Di mana-mana itu terjadi,” tambahnya.
Eks Kapolda Jatim ini menekankan kepada Nurul bahwa praktik-praktik seperti ini harus bisa ditangani dari hulunya. Kalau pekerja migran sudah kadung berangkat, maka persoalannya akan sulit ditangani.
“Jadi ini tolong bu, penekanan saya adalah upaya pencegahan yang dioptimalkan. Jadi jangan sampai kita keluar negeri kewalahan. Kita wajib melindungi warga negara,” ucap Machfud.
Menurut Machfud, persoalan ini harus ditangani agar masyarakat Indonesia bisa aman bekerja di luar negeri dan tetap mau bekerja keluar negeri. Sehingga, angka pengangguran bisa ditekan.
“Persoalan-persoalan ini menggambarkan bahwa kita memang masih belum mampu menyiapkan lapangan pekerjaan. Masih sumbatan yang cukup besar di Republik dan kita bersyukur masih banyak orang yang mau keluar negeri untuk bekerja,” ucap Machfud.
“Kalau tidak ada yang mau bekerja keluar negeri, semua numpuk di Indonesia, pengangguran akan banyak,” tambahnya.
