Anggota Komisi III Minta Polisi Usut Jaringan di Balik 995 Senjata di Sekolah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra meminta kepolisian mengusut tuntas jaringan di balik temuan 995 senjata beserta narkoba di sebuah sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Kita menyayangkan di sekolah tempat mendidik generasi bangsa ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba. Kita minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat,” kata Tandra dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Politikus Golkar itu menilai besarnya jumlah senjata yang ditemukan mengindikasikan adanya jaringan yang lebih besar di balik kasus tersebut. Karena itu, ia meminta polisi menelusuri dari mana senjata-senjata itu berasal, siapa yang menyimpannya, hingga untuk kepentingan apa senjata tersebut akan digunakan.

“Dari mana asal usul senjata itu dan akan dipergunakan untuk apa harus dicari tahu. Termasuk temuan narkoba yang sangat mengancam generasi muda. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi rencana kejahatan yang membahayakan keamanan negara,” ujarnya.

Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Menurut Tandra, penemuan 995 senpi tersebut juga menjadi peringatan bagi aparat agar memperkuat pengawasan demi menjaga stabilitas keamanan nasional.

Adapun Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Temuan tersebut terdiri dari airgun, air rifle, serta satu pucuk yang diduga senjata api.

Kasus ini terus berkembang setelah pengurus yayasan mengaku menemukan barang lain yang diduga berkaitan dengan senjata, termasuk amunisi, narkotika, dan CD porno. Di sisi lain, PT Lokta Karya Perbakin menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

"Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari airgun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo dalam keterangan yang diterima, Kamis (6/8).

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra. Foto: Abid Raihan/kumparan

Joko menjelaskan, sebelum menerima laporan dari masyarakat tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan lebih dahulu membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah peristiwa penemuan senjata itu diketahui.

"Bahwa sebelum adanya Laporan Polisi dimaksud, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A yang dibuat sesaat setelah ditemukannya kejadian dimaksud," ujarnya.