Anggota Komisi IX: Cegah Covid, Stop Sementara Penerbangan Dari dan Ke China
·waktu baca 2 menit

Kasus harian COVID-19 di China tidak terkendali. Jumlah kasus harian terus melonjak hingga dilaporkan mencapai 1 juta kasus baru di Provinsi Zhejiang pada Minggu (25/12).
Ledakan kasus COVID-19 di China membuat Indonesia perlu waspada memantau khawatir memicu peningkatan kasus seperti saat pertama kali virus itu masuk Indonesia.
Anggota Komisi Kesehatan DPR, Irma Chaniago, menyarankan pemerintah untuk memberhentikan sementara penerbangan dari dan menuju China.
"Stop sementara penerbangan dari dan ke China. Jika urgent, setiap penumpang dari China wajib diantigen, baru boleh keluar bandara (antigen di bandara Indonesia). Ini penting untuk meminimalisir surat negatif Covid palsu dari penumpang dari China," kata Irma, Selasa (27/12).
Politikus NasDem juga meminta agar pemerintah menggenjot lagi booster karena mereka yang sudah booster punya imun lebih baik.
"Kita harus fokus pada vaksinasi booster, karena faktanya bagi yang sudah dibooster efektif meminimalisir akibat atau effect negative dari serangan covid (jika pun terinfeksi efeknya sangat ringan) kecuali yang memiliki komorbid," ucapnya.
Irman juga mengomentari rencana pemerintah mencabut kebijakan PPKM. Menurutnya, penerapan penggunaan masker harus tetap diberlakukan.
"Meskipun PPKM nantinya dicabut, pemerintah harus tetap menerapkan pemakaian masker pada kegiatan di indoor," ujar Irma.
Irma menuturkan memang sudah saatnya PPKM dicabut. Dia menilai, vaksinasi tahap 1 dan 2 sudah mampu meminimalisir keganasan Covid.
"Ini tentu kita juga sudah harus melanjutkan hidup dengan berkegiatan dalam rangka mencari nafkah dan lain-lain. Jika masih ada masyarakat yang tidak mau divaksin dan kemudian terinfeksi itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi biaya pengobatannya, karena BPJS tidak menanggung sakit akibat covid," tandasnya.
