Anggota Komisi IX ke Luhut: Atasi Pandemi dengan Kejujuran, Jangan Bikin Bingung

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mendapat kritik tajam. Sebab, awalnya Luhut jumawa mengeklaim penanganan COVID-19 terkendali, lalu beberapa hari kemudian ia menyebut varian delta tak bisa dikendalikan.
Anggota Komisi Kesehatan (IX) DPR, Nurhadi, mengingatkan seorang pejabat agar berhati-hati memberikan info dan pernyataan.
"Hal ini bisa membuat rakyat bingung, Persoalan pandemi ini seyogyanya diatasi dengan penuh kejujuran dan terukur serta fokus pada teknis penanganannya," kata Nurhadi saat dimintai tanggapan, Jumat (16/7)
"Jadi saya kira harus ada ukuran ukuran untuk bisa dikatakan terkendali atau tidak terkendali," tambah Nurhadi.
Politikus NasDem ini berpendapat, penurunan mobilitas masyarakat tentunya harus berbanding lurus dengan penurunan kasus itu sendiri, termasuk angka Case Fatality Ratenya.
"Meskipun harus dilihat di beberapa pekan ke depan. Tetapi saya kira masyarakat harus diberi info yang menyejukkan tidak membingungkan," urai Nurhadi.
Belajar dari inkonsistensi pernyataan Luhut, Nurhadi mengajak seluruh pejabat agar bisa memberi info yang benar jujur dan mengedukasi ke rakyat.
"Kita berharap instansi atau pihak-pihak terkait bisa saling bersinergi dan tidak menjadikan pandemi COVID-19 sebagai tempat untuk mencari panggung atau keuntungan. Jangan sampai pejabat berbicara sendiri-sendiri tanpa koordinasi sehingga semakin membingungkan masyarakat," tutur Nurhadi.
"Jangan sampai muncul narasi keberhasilan mengendalikan COVID-19 yang berpotensi timbulkan euforia berlebih, padahal fakta di lapangan masih banyak catatan yang harus diselesaikan," sambung legislator dapil Jatim ini lagi.
Nurhadi mengurai fakta di lapangan rumah sakit penuh, sedangkan pasien isolasi mandiri belum mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai seperti layanan obat, vitamin, oksigen sehingga banyak juga pasien COVID-19 yang meninggal saat isoman.
Fakta lainnya, lanjut Nurhadi, kurangnya SDM kesehatan. Masih lambannya program vaksinasi, keterlambatan pembayaran klaim rumah sakit, juga insentif nakes yang tidak kunjung segera dibayarkan.
"Dengan kondisi darurat seperti ini, alangkah baiknya pemerintah mengajak semua elemen masyarakat untuk saling peduli, dan bekerja sama agar pandemi ini bisa selesai. Kita juga harus tetap mengimbau masyarakat agar tetap berdisiplin dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat," pungkas Nurhadi.
Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai varian Delta sulit dikontrol. Sehingga Luhut meminta masyarakat memahami dan semakin meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan.
"Saya mohon kita semua paham, dari varian Delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan," ujar Luhut saat konpers virtual pada Kamis (15/7).
