Anggota Komisi IX Kritik Pejabat Disuntik Booster: Mestinya Mengalah, Nakes Dulu
·waktu baca 2 menit

Sejumlah pejabat mengaku sudah mendapatkan suntikan ketiga vaksin corona (booster). Ini diketahui dalam perbincangan beberapa pejabat negara di sela-sela kunjungan kerja Presiden Jokowi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Anggota Komisi Kesehatan (IX) DPR Fraksi PPP, Anas Thahir, menjadi salah satu yang kemudian melayangkan kritik kepada para pejabat tersebut. Menurut dia, booster harusnya hanya diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.
“Sebaiknya vaksin booster hanya diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan dan pendukung kesehatan yang telah menyelesaikan dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19,” kata Anas kepada kumparan, Rabu (25/8).
“Semua pihak termasuk para pejabat, mestinya mengalah dan memberikan prioritas kepada para nakes. Mereka setiap hari bekerja keras siang malam di tengah kepungan virus COVID-19,” imbuh dia.
Apalagi kebijakan booster vaksin hanya untuk nakes sudah diatur oleh Kemenkes. Anas menyayangkan kalau sejumlah pejabat justru tak memberi teladan pada rakyat dengan mendapatkan booster vaksin corona.
“Kan semua sudah diatur melalui surat edaran Menkes Nomor 02.01/1919/2021. Jadi para pejabat juga harus memberi contoh dan keteladanan yang baik di depan rakyatnya untuk hidup tertib, disiplin dan taat aturan,” jelas dia.
Anas pun menilai tak perlu ada kebijakan baru yang memperbolehkan pejabat mendapat booster vaksin corona. Ia menegaskan ketersediaan vaksin corona masih terbatas.
“Sampai hari ini kondisi ketersediaan vaksin masih sangat terbatas. Jadi memang harus didahulukan para nakes,” tandasnya.
Sebelum memulai konferensi pers kemarin di Samarinda kemarin, Selasa (24/8), Jokowi tampak berbincang santai dengan sejumlah pejabat. Mereka yakni Gubernur Kaltim Isran Noor, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menhan Prabowo Subianto.
Dalam perbincangan itu, Wali Kota Andi Harun dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku sudah mendapatkan suntikan booster dengan vaksin Nusantara. Gubernur Kaltim Isran Noor juga mengaku sudah mendapatkan suntikan booster, tetapi pakai vaksin Moderna.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menegaskan suntikan booster hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan. Sebab, tenaga kesehatan berada di garda terdepan untuk penanganan COVID-19.
Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes bernomor HK.02.01/I/1919/2021 soal vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan.
"Kami mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan vaksin merek Moderna sebagai dosis ketiga hanya kepada nakes," jelas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan pers tertulis yang dikutip kumparan pada Jumat (13/8).
