Anggota Komisi VIII Soroti Pesawat Jemaah Haji: 2x Transit, Perjalanan 19 Jam
·waktu baca 3 menit

Anggota Komisi VIII DPR RI dari PDIP Selly Andriany Gantina, menyoroti adanya keterlambatan maskapai jemaah haji hingga 19 jam. Hal itu disampainya dalam rapat dengan Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah
"(Dari) JKS (embarkasi Jakarta dan Bekasi) 23 dari Jawa Barat mereka mengalami keterlambatan, terlambatnya bukan 1,2 jam tapi mereka sudah terbang, kemudian mereka ditransitkan di India karena ada technical machine. Kemudian setelah naik lagi, mereka juga transit lagi, kedua kalinya, maka ini menjadi catatan nih buat kami kepada maskapai-maskapai," kata Selly dalam rapat Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen PHU Kemenag, Senin (19/5).
Selly meminta pemerintah tegas memastikan para maskapai memberikan kompensasi yang layak untuk para jemaah. Apalagi, mayoritas jemaah asal Indonesia adalah lansia.
"Setiap keterlambatan di atas dua jam harus diberikan kompensasi makan, ini hampir sampai dengan 19 jam dan yang kita pikirkan adalah lansia bagaimana dengan mereka ini menjadi catatan saya," katanya.
Sementara itu Hilman Latief pun mengatakan pihaknya sudah menegur maskapai terkait.
"Untuk penerbangan kami sudah tegur Bu,” kata Hilman dalam rapat.
Hilman pun menjelaskan bahwa keterlambatan disebabkan karena maskapai mengalami kendala teknis sehingga harus transit di Banglore, India kemudian transit lagi di Dammam.
“Di satu maskapai katanya ada masalah. Dia sempat mendarat di India di Banglore ya, di Bangalore naik lagi ternyata mendarat lagi di Dammam, baru kemudian ke Madinah ya. Mereka sudah mengirimkan pernyataan resmi dan tim kami nanti akan mengakumulasikan beberapa hal yang dianggap menyimpang itu," ujar Hilman.
Lebih lanjut Hilman menyebut, sudah ada konsekuensi dan penandatangan kontrak dengan maskapai terkait delay.
"Kita sudah punya perjanjian terkait dengan konsekuensi, bila ada terjadi keterlambatan yang misalnya 2 jam konsekuensinya apa, 4 jam apa."
"Kita sudah berkontrak sama mereka dan kita akan selesaikan," katanya.
Setelah diskusi soal itu, Selly juga bertanya: apa benar maskapai itu transit hanya untuk mengganti kru pesawat.
"Intinya begini pimpinan, izin pimpinan, kalau alasan dia kan dia sudah transit India kemudian dia transit lagi hanya gara-gara ganti kru itu harusnya jangan mengorbankan jemaah. Hanya untuk mengganti kru. Nah ini harus ada punishment juga nih buat Saudi," kata Selly.
Hilman pun pihaknya sudah meminta penjelasan ke maskapai terkait itu. Ia mengatakan mekanisme penggantian kru ini sudah menjadi catatan dan akan dikaji lebih lanjut.
"Ini sudah jadi catatan kami Bu, karena waktu itu, saya langsung malam itu juga ketika dapat kabar langsung saya telepon ke Saudia untuk meminta penjelasan apa yang terjadi dan surat penjelasannya sudah masuk ke kita yang nanti akan kita kaji," imbuhnya.
