Anggota Polres Halsel Ricuh Saat Apel, Protes Dana Pengamanan Pemilu

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) TNI berupaya mempertahankan diri dari demonstran yang mengamuk pada simulasi pengamanan Pemilu di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, Aceh, Senin (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) TNI berupaya mempertahankan diri dari demonstran yang mengamuk pada simulasi pengamanan Pemilu di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, Aceh, Senin (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Sejumlah anggota Polres Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, berunjuk rasa saat apel pagi. Dalam tuntutannya, mereka meminta penjelasan dana pengamanan Pemilu 2019.

Dari informasi yang dihimpun kumparan, insiden tersebut terjadi pada Senin (29/4) sekitar pukul 08.30 WIT. Kericuhan berawal saat salah satu anggota Polres Halsel meminta penjelasan dana Pengamanan Pillres pada Kabagops Polres Halsel yang memimpin apel.

Saat itu, suasana apel menjadi ricuh. Sejumlah anggota mempertanyakan kejelasan dana itu dengan nada yang cukup tinggi.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Hendry Badar membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kericuhan lantaran adanya kesalahpahaman terkait dana pengamanan Pemilu.

“Iya benar, mereka ada miss komunikasi dengan Kabagops yang saat itu memimpin apel,” kata Hendry saat dihubungi kumparan, Senin (29/4).

Hendry mengungkapkan, anggota Polres Halsel memprotes pengawalan Pemilu yang melebihi batas waktu yakni selama 7 hari. Anggota polisi tersebut meminta dana yang mereka keluarkan hingga tanggal 28 April dapat diganti dengan uang negara.

“Kemarin itu kan pemilu kan molor. Sedangkan sesuai prediksi dari tahap pemungutan suara sampai penghitungan cuma 6-7 hari, sesuai jadwal KPU ternyata kan sampai tanggal 28 pelaksanaannya kan molor dan di sini jarak jauh-jauh,” ujar Hendry.

Atas insiden kericuhan tersebut, Hendry membantah adanya kerusakan pada Mapolres Halsel. Sejumlah anggota yang terlibat ricuh juga akan diperiksa Propam Polda Maluku Utara.

“Sedang didalami siapa saja yang terlibat,” tutupnya.