Anggota TNI AL Terduga Pembunuh Wartawati di Banjarbaru Terancam Dihukum Berat

26 Maret 2025 22:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Kelasi Satu (KLS) berinisial J, Anggota Lanal Balikpapan, terancam dipecat dan dihukum berat terkait dugaan pembunuhan terhadap wartawati newsway.co.id bernama Juwita.
ADVERTISEMENT
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, mengatakan hukuman tersebut bisa dijatuhkan mengingat perbuatan yang diduga dilakukan KLS J.
"Pasti. Karena ini sesuai arahan dari pimpinan akan dibuat sanksi yang seberat-beratnya. Akan dibuat sanksi yang seberat-beratnya," kata dia saat ditanya soal kemungkinan KLS J disanksi pemecatan, dalam konferensi pers di Mako Lanal Balikpapan, Rabu (26/3).
Sosok J belum diungkapkan oleh Ronald, hanya diketahui bahwa ia telah berdinas selama empat tahun. Namun, di Lanal Balikpapan dia baru bertugas selama satu bulan.
Jurnalis newsway.co.id Juwita. Foto: Dok. Newsway.co.id
Adapun terkait peristiwa ini, Juwita awalnya diinfokan tewas dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor, di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjarbaru, Sabtu (22/3), dalam kondisi masih mengenakan helm. Namun, kematiannya dipenuhi kejanggalan.
ADVERTISEMENT
Mulai dari luka-luka di sejumlah bagian di tubuhnya hingga dompet dan ponselnya yang hilang, namun motornya masih ada.
Belakangan, dugaan kecelakaan tunggal ini berubah jadi dugaan pembunuhan setelah pihak TNI AL mengumumkan KLS J sebagai pelakunya. Saat ini KLS J sudah diamankan.
"Terduga pelaku saat ini telah diamankan oleh Pom Lanal Balikpapan dan proses penyidikannya masih terus dilakukan secara intensif," kata Ronald.
"Sesuai arahan pimpinan TNI Angkatan Laut bahwa proses hukum ini akan disampaikan secara terbuka dan tidak ada yang akan ditutup-tutupi. Terduga pelaku nantinya akan diberikan sanksi dan hukuman yang seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan olehnya," ujar Ronald.
Pihak TNI AL belum mengungkapkan apa hubungan korban dengan pelaku. Begitu juga motif pembunuhan tersebut.
ADVERTISEMENT