Anggur Shine Muscat di Thailand Terkontaminasi Residu Kimia Berbahaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anggur Shine Muscat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anggur Shine Muscat. Foto: Shutterstock

Sejumlah sampel anggur Shine Muscat dilaporkan terkontaminasi dengan kimia terlarang di Thailand. Laporan itu memicu Dewan Konsumen Thailand (TCC) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengambil langkah tegas demi menangani masalah ini.

Menurut laporan TCC, 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diuji coba pada pekan lalu terkontaminasi dengan residu kimia berbahaya/pestisida yang melampaui batas legal.

Beberapa di antaranya bahkan terkontaminasi klorpirifos dan endrin aldehida, dua zat itu sudah dilarang di bawah undang-undang keamanan pangan.

Sekjen TCC Saree Aongsomwang pada Minggu (27/10) mengatakan, FDA harus mengambil tindakan hukum bagi importir anggur terkontaminasi itu.

"Saya meminta seluruh anggur Shine Muscat yang masuk Thailand agar segera diperiksa," ucap Saree seperti dikutip dari Bangkok Post.

"Kami meminta para importir anggur untuk menarik kembali produk mereka dan memeriksanya secara menyeluruh. Kami meminta FDA untuk melarang perusahaan yang diketahui telah mengimpor anggur yang terkontaminasi," sambung dia.

Dari 24 sampel yang diteliti, hanya 9 sampel yang memberikan informasi asal negara buah tersebut, yaitu China. Sisanya tak menjelaskan dari mana asalnya.

Temuan di Thailand ini membuat Malaysia juga tergerak untuk melakukan pemeriksaan serupa.

Anggur Shine Muscat belakangan menjadi anggur favorit konsumen. Hal ini karena anggur berwarna hijau itu rasanya manis dan tak berbiji. Anggur ini juga dijual di Indonesia, di sejumlah tempat 1 kg dijual sekitar Rp 50 kg.