Angin Monsun Australia Pengaruhi Fenomena Angin Kencang di Jateng

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Cuaca Buruk. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cuaca Buruk. Foto: Shutter Stock

Angin kencang melanda sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir. Hal ini rupanya berkaitan dengan puncak musim kemarau yang kini sedang terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Semarang melalui Kasi Data Infokom, Iis Widyaharmoko, menjelaskan, fenomena angin kencang ini terjadi saat transisi musim kemarau ke penghujan.

"Itu terjadi karena angin monsun Australia yang bertiup cukup kencang karena adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan sehingga menyebabkan angin kencang di beberapa wilayah Jateng," kata Iis saat dihubungi, Senin (21/10).

Iis menjelaskan, intensitas angin masih sedang dengan kecepatan angin berkisar antara 13 km/jam hingga 20 km/jam.

collection embed figure

"Meski kencang, tapi tidak berpotensi puting beliung," katanya.

Dengan adanya fenomena angin monsun dari Australia ini, pihaknya memprediksi angin kencang akan terjadi 2-3 hari, bahkan 1 minggu.

"Angin kencang sejauh ini tidak mempengaruhi gelombang tinggi, saat ini masih normal gelombang untuk laut selatan 2,5 meter dan laut Jawa 1,25 meter," ujarnya.

Masyarakat diimbau waspada terkait fenomena ini. Iis juga meminta agar masyarakat menghindari bangunan dengan konstruksi yang kurang kuat dan pohon besar yang rindang.