Angka Kecelakaan Lalu-lintas di Indonesia Turun 6 Persen Pada 2017

Angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di seluruh Indonesia selama tahun 2017 menurun. Polri mencatat, angka kecelakaan tersebut berkurang hingga 6 persen.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan kecelakaan lalu lintas di tahun 2016 adalah 105.374 kali. Sementara di tahun 2017 kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 98.419 kali.
"Faktor manusia dan faktor kualitas kendaraan masih menjadi dua penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Tito saat konferensi pers catatan akhir tahun Polri, di ruang Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/12).
Tito mengatakan, penurunan jumlah tersebut berbanding lurus dengan jumlah korban tewas, luka berat, dan luka ringan dalam kecelakaan.
Di tahun 2017 tercatat 24.213 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Sementara pada 2016 ada 25.859 korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas, atau turun enam persen.
Untuk korban luka berat, pada tahun 2017 berjumlah 16.159 orang. Jumlah ini mengalami penurunan, karena di tahun 2016 korban luka berat mencapai 22.939 orang, atau mengalami penurunan sebanyak 29 persen.
"Faktor manusia seperti mengantuk atau ketidakcakapan pengemudi menjadi faktor utama penyebab kecelakaan sebanyak 35 persen. Faktor kedua ialah faktor kualitas kendaraan misalnya rem blong dengan persentase sebesar 31 persen," jelas Tito.
Faktor cuaca yang tak bersahabat maupun kondisi jalan yang tak memadai turut berpengaruh terjadinya kecelakaan lalu lintas. Faktor cuaca dan kondisi jalan sama-sama menyumbang 17 persen sebagai penyebab kecelakaan.
"Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas adalah dengan memperbanyak tilang dan teguran terhadap terhadap pengendara yang dirasa ceroboh dan membahayakan. Termasuk kepada mereka yang melanggar rambu lalu lintas dan lampu merah," kata dia.
