Angka Kematian Akibat Corona di Italia Bertambah, Jadi 1.441 Jiwa

Italia, menjadi negara terdamkan virus corona terparah kedua setelah China. Angka kematian di negara pizza itu terus bertambah. Teranyar, pada Sabtu (14/3), terhitung sudah ada 1.441 jiwa yang meninggal dunia.
Dilansir Reuters, korban jiwa tersebut bertambah dari angka korban yang dilaporkan satu hari sebelumnya yakni 1.266. Angka kematian teranyar bertambah sebanyak 14 persen.
Sementara itu, jumlah kasus positif corona pun bertambah dari sebelumya pada Jumat (13/3) 17.660, menjadi 21.157 di keesokan harinya. Italia menjadi negara terdampak terparah virus corona di Eropa.
Kabar baiknya, pasien positif corona yang sembuh pun bertambah. Sejak virus corona pertama di Itali terdeteksi pada 21 Februari 2020 lalu, kini ada 1.966 yang dinyatakan pulih. Namun, masih ada 1.518 yang harus menjalani perawatan intensif.
Terkait corona ini, Italia bergerak cepat untuk menghentikan penyebarannya. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan bahwa Italia akan menutup semua toko kecuali apotek dan toko makanan.
Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran virus corona agar tidak semakin meluas.
"Semua toko akan ditutup kecuali untuk kebutuhan dasar, seperti apotek dan toko makanan," kata Conte dikutip dari AFP.
Selain itu, saat ini Italia tengah mencari suspect positif corona 0 yang menularkan virus tersebut ke warganya.
