Angka Kematian Akibat Virus Corona China Bertambah, Kini 17 Orang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang kereta api memakai masker di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, China, Rabu (22/1). Foto: REUTERS/Aly Song
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang kereta api memakai masker di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, China, Rabu (22/1). Foto: REUTERS/Aly Song

Angka kematian karena terjangkit virus corona di China bertambah menjadi 17 orang. Jumlah penderita juga meroket dalam beberapa hari terakhir, hampir 600 orang.

Diberitakan Reuters berdasarkan pernyataan pemerintah provinsi Hubei, angka kematian tersebut diperoleh pada Rabu siang (22/1). Semua penderita yang meninggal dunia berasal dari Wuhan, kota awal mula tersebarnya wabah virus corona.

Wabah ini telah tersebar hingga ke beberapa kota di China, termasuk Beijing, Shanghai, Makau, hingga Hong Kong. Per Kamis (23/1), angka resmi jumlah penderita di seluruh China adalah 571 kasus. Sebelumnya peneliti mengatakan jumlahnya kemungkinan lebih banyak lagi.

Staf medis memindahkan barang dari Rumah Sakit Jinyintan,di Wuhan, China. Foto: REUTERS/Stringer

Peyebaran virus corona telah sampai ke beberapa negara tujuan turis asal China. Di Thailand tercatat ada empat kasus, sementara masing-masing satu kasus ditemukan di Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.

Virus corona strain baru yang belum ditemukan vaksinnya ini diduga berasal dari pasar ikan di Wuhan. Pemerintah kota industri berpopulasi 11 juta orang itu melakukan langkah pencegahan penyebaran wabah dengan membatasi pergerakan warga, termasuk menurut jaringan transportasi publik dan menghentikan penerbangan dari Wuhan.

Wakil Menteri Kesehatan China Li Bin dalam konferensi pers mengatakan virus yang bisa menyebabkan pneumonia ini bisa tersebar antarmanusia melalui pernapasan. Gejala yang ditimbulkan antara lain demam, batuk, dan sesak napas.

Para penumpang kereta api memakai masker di stasiun kereta api Shanghai di Shanghai, China, Rabu (22/1). Foto: REUTERS/Aly Song

Virus ini mewabah di tengah gelombang arus besar warga China jelang Tahun Baru Imlek. Akibatnya, banyak warga China membatalkan bepergian, memborong masker, dan menghindari tempat-tempat publik seperti bioskop dan pusat perbelanjaan.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, telah melakukan tindakan pencegahan wabah. Salah satunya dengan memasang pemindai panas atau thermal scanner di bandara-bandara pintu masuk negara.

Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menggelar rapat darurat di Jenewa pada Rabu. Rencananya pada Kamis (23/1) mereka akan mengumumkan apakah wabah virus corona Wuhan ini akan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global.

Kepala program darurat WHO, Mike Ryan, mengatakan prioritas saat ini adalah mencari akar penyebab penyebaran virus tersebut ke manusia.

embed from external kumparan