Angka Kematian TBC Capai 134 Ribu, Pemerintah Cegah Lewat Kaukus Tuberkulosis

Tuberkulosis (TBC) masih jadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Dari data WHO Global TB Report 2023, Indonesia jadi salah satu dari delapan negara yang menyumbang dua pertiga kasus TBC global.
Dampaknya, beban kasus mencapai lebih dari 1 juta dengan angka kematian sebanyak 134 ribu jiwa. Oleh karena itu, DPR RI terus berupaya dalam menangani kasus TBC di Indonesia melalui pengembangan kebijakan berbasis data.
“Melalui Kaukus Tuberkulosis, DPR RI akan mendukung inovasi dalam penanganan Tuberkulosis, termasuk pengembangan teknologi mutakhir untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena di Gedung Abdul Muis DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (19/8)
Ia katakan juga, pemerintah tengah berupaya mengganti tes yang semulanya berbasis dahak menjadi tes molekuler cepat. Tujuannya guna meningkatkan efisiensi dan tingkat akurasi dalam mendeteksi TBC.
“Selanjutnya, penggantian tes berbasis dahak dengan tes molekuler cepat yang lebih efisien. Ini adalah satu langkah penting untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan deteksi tuberkulosis,” lanjutnya.
Rencananya pemerintah menargetkan penurunan kejadian TBC menjadi 65 per 100 ribu penduduk pada tahun 2030 mendatang.
Akselerasi pemberantasan TBC ini merupakan prioritas utama bagi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia.
