Angka Pembunuhan Meksiko Capai Rekor pada 2019, Korbannya 34.582 Orang

21 Januari 2020 11:50 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peluru bekas terlihat di depan kantor wai kota di kotamadya Villa Union, negara bagian Coahuila, Meksiko. Foto: REUTERS/Daniel Becerril
zoom-in-whitePerbesar
Peluru bekas terlihat di depan kantor wai kota di kotamadya Villa Union, negara bagian Coahuila, Meksiko. Foto: REUTERS/Daniel Becerril
ADVERTISEMENT
Angka pembunuhan di Meksiko mencapai rekor tertinggi pada 2019 dengan jumlah korban lebih dari 34.000 orang. Kasus ini menunjukkan strategi pemerintah baru pimpinan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador tidak berhasil.
ADVERTISEMENT
Menurut data yang dirilis Kementerian Keamanan Meksiko, seperti dikutip Reuters, Senin (20/1), ada 34.582 orang yang dibunuh tahun lalu di negara tersebut. Jumlahnya meningkat 2,5 persen dibanding tahun 2018.
Keluarga melihat mobil milik salah satu keluarga Mormon Meksiko-Amerika yang terbakar karena diserang oleh orang tidak dikenal, di Bavispe, Sonora, Meksiko, Selasa (5/112019). Foto: REUTERS/Jose Luis Gonzalez
Sejak menjabat presiden pada Desember 2018, Lopez Obrador menyatakan cara menghentikan kekerasan kartel narkotika adalah dengan pendekatan lunak, tidak dengan senjata. Namun kebijakan ini ternyata membuahkan lebih banyak pembunuhan.
Cara melawan kekerasan dengan kekerasan juga terbukti tidak berhasil. Pada pemerintahan Presiden Felipe Calderon, Meksiko mengerahkan militer untuk memberantas para kartel, malah memperparah kekerasan dan perang antar geng.
Keluarga melihat mobil milik salah satu keluarga Mormon Meksiko-Amerika yang terbakar karena diserang oleh orang tidak dikenal, di Bavispe, Sonora, Meksiko, Selasa (5/112019). Foto: REUTERS/Jose Luis Gonzalez
Pemerintahan Obrador dinilai lemah dalam menghadapi kartel. Pada Oktober 2019, polisi menyerah dan membebaskan putra Joaquin "El Chapo" Guzman setelah mendapatkan serangan dari kartel di kota Culiacan.
ADVERTISEMENT
Awal November ini, tiga perempuan dan enam anak warga Amerika Serikat dari kelompok Mormon tewas diberondong peluru di wilayah utara Meksiko.
Kaca yang berlubang setelah insiden baku tembak antara polisi dan kartel di kotamadya Villa Union, negara bagian Coahuila, Meksiko. Foto: REUTERS/Daniel Becerril
Rencananya parlemen Meksiko akan membahas pengetatan sistem pengadilan kriminal, termasuk membuka kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat. Nantinya, semua anggota kartel akan semakin mudah dideportasi dari Meksiko untuk diadili di Amerika Serikat.