Angkot Biru Saksi Bisu Kasus Guru SD Depok Tewas di Gunung Putri
·waktu baca 1 menit

Hujan deras mengguyur ketika Arifianti, guru SD asal Depok, dibonceng seorang pria menggunakan motor dari arah Citeureup menuju Cileungsi pada Sabtu malam (6/12). Ia memakai jas hujan, tanpa alas kaki, sementara kakinya terseret di aspal.
Sepanjang Jalan Raya Tlajung Udik, RT 02/16, Gunung Putri, Bogor, tubuh Arifianti dibawa hingga akhirnya perjalanan itu berakhir di samping sebuah angkot biru—tempat ia ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat.
Lalu-lalang truk dan mobil besar yang menimbulkan suara mesin keras seolah menelan cerita tragis itu. Warga sekitar pun tampak enggan menceritakan detail kejadian tersebut.
Angkot jurusan Cibinong-Cileungsi yang terparkir setelah selesai menarik penumpang itulah yang menjadi saksi bisu akhir perjalanan Arifianti. Di samping kendaraan itu, jasad guru tersebut ditemukan tergeletak.
Sopir angkot—yang enggan disebutkan namanya—mengaku saat kejadian ia sedang berada di rumah, usai bekerja dan berhenti menarik penumpang sekitar pukul 23.48 WIB.
“Waktu itu hujan deras. Setelah narik angkot saya langsung istirahat di rumah. Dikasih tahu tetangga,” ujarnya.
“Saya nggak tahu apa-apa soal itu. Cuma lihat jenazahnya waktu mau dimasukkan ke ambulans,” tutupnya.
Ia kemudian melanjutkan perjalanannya pulang.
